Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dilema Driver di Sistem Pemerataan Order Gojek


Hai mitra driver, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Udah tau belum dengan sistem Gojek terbaru?

Benar! Sistem terbaru Gojek dikenal dengan sebutan “Pemerataan” yang mana sistem Gojek tidak hanya berpatokan pada jarak terdekat driver sebagai parameter pembagian order, melainkan pembagian order diberikan pada driver secara merata.

Sebelum sistem pemerataan ini, banyak keluhan dari para driver pada sistem Gojek yang mengunakan keaktifan dan kerajinan driver sebagai parameter pembagian order. Sistem ini membuat konflik horizontal antara driver makin membesar, terutama bagi driver yang akunnya gagu.

Akun Gojek gagu adalah akun driver Gojek yang sangat sulit mendapatkan order dalam sehari, bahkan kesulitan mendapatkan order ini tidak hanya berlaku pada satu hari saja, bahkan bisa berminggu-minggu.

Sedangkan akun driver yang sering mendapatkan order dinamakan dengan akun Gojek gacor atau driver prioritas. Meskipun pihak kantor Gojek menyangkal adanya driver prioritas dan driver gagu, namun kenyataan di lapangan memang berkata demikian.

Hal ini sudah aku buktikan sendiri selama beberapa bulan sebelum sistem pemerataan order Gojek ini dirilis. Driver Gojek part time atau driver yang notabennya jarang sekali onbid akan sangat sulit sekali mendapatkan order.

Seharian onbid di hari yang biasanya rame order (sabtu dan minggu), aku hanya mendapatkan 2 order saja. Itupun aku dapatkan di pagi hari (jam 6 pagi) dan tengah hari (sekitar jam 1 siang).

Ironis bukan?

Hal ini berbanding terbalik bagi driver yang akunnya sedang gacor-gacornya. Disaat sebagian driver hanya bisa mendapatkan 2 order dalam 2 jam, driver akun yang sedang gacor bisa mendapatkan 4-6 order.

Syarat agar mendapatkan akun gacorpun tidak bisa dipatenkan. Jika pihak kantor menghimbau drivernya agar terus aktif dan tidak sering cancel dan mengabaikan order agar akunnya tidak gagu. Namun yang aku perhatikan selama beberapa bulan, cara seperti itu juga bukan jaminan akunnya akan jadi prioritas atau gacor terus.

“Akan ada waktunya akun Gojekmu menjadi gagu dan kamu meratami kegaguan akunmu” 

Benar sekali, tidak ada jaminan bagi driver yang terus aktif tiap hari serta tidak pernah cancel order (kalau tidak terpaksa) mengalami akun gagu. Dari sekian banyak teman driver full time, juga mengalami hal yang sama.

Sulitnya itu saat mengembalikan akun gagu menjadi gacor kembali. Disaat sudah mulai mendapatkan order secara bertahap, hanya karena libur sehari (yang menurutku itu wajar) justru membuat akunnya kembali gagu.

Dengan banyaknya keluhan seperti itu, sistem pemerataan ini mulai diberlakukan oleh pihak Gojek untuk menanggulangi masalah akun gagu.

Dilema Driver Gojek di Sistem Pemerataan Order


Dampak dari sistem pemerataan order ini cukup signifikan bagi driver yang di sistem sebelumnya akunnya gagu. Dengan sistem pembagian order secara merata, tidak ada lagi driver gacor dan driver gagu. 

Hal ini sudah aku buktikan sendiri selama onbid di hari libur saja dan mendapatkan beberapa order dalam sehari. Jauh lebih menghasilkan dari pada di sistem sebelumnya.

Namun tidak ada gading yang tak retak, semua sistem yang berlaku akan selalu ada yang namanya “kekurangan”.

Mungkin bagi driver yang sebelumnya menjadi akun gagu sangat berterima kasih akan sistem terbaru ini, namun bagi driver yang sering menjadi prioritas mendapatkan order, tentu hal ini menjadi sebuah dilema.

Jika di sistem prioritas sebelumnya dia bisa mendapatkan order sebanyak 4-6 order dalam 2 jam, di sistem kali ini tidak akan terjadi hal seperti itu. Hal ini dikarenakan sistem telah membagi orderan secara merata ke semua drivernya secara bergiliran.

Beberapa hal yang menjadi dilema di sistem pemerataan order Gojek, antara lain :

Butuh Waktu Yang Panjang Untuk Mendapatkan Insentif Harian


Dengan memahami sistem pemerataan order yang membagi orderan secara bergiliran, tentu hal ini akan menimbulkan “jeda” waktu tunggu mendapatkan orderan lagi jadi makin lama.

Tidak seperti di sistem alokasi jarak sebagai parameternya, yang mana driver yang berada di lokasi rame orderan akan berpotensi mendapatkan orderan lebih besar dari pada driver yang berada di lokasi yang sepi order.

Di sistem sekarang, meskipun driver berada di tempat yang rame order sekalipun, jika belum mendapat giliran mendapat order, juga tidak akan mendapatkan order. Justru driver yang letak lokasinya cukup jauh malah mendapatkan orderan karena gilirannya, padahal di sekitar situ (pengorder/pelanggan/resto) sudah banyak driver yang menantikan orderan.

Begitulah kira-kira arti dari sistem pemerataan itu sendiri. Dampaknya akan merambah pada susahnya mengapai insentif harian tiap hari.

Dengan jeda waktu tunggu mendapatkan orderan akan menambah jam kerja driver untuk memenuhi syarat mendapatkan bonus insentif hariannya.

Handphone Spesifikasi Dewa Tak Lagi Menjadi Idaman


Mungkin jika di sistem sebelumnya, kemampuan smartphone dengan spesifikasi dewa bisa menjadi penentu mendapatkan orderan lebih baik dari pada smartphone dengan spesifikasi biasa saja.

Hal ini dikarenakan smartphone dengan spesifikasi tinggi, memiliki konektifitas jaringan internet yang stabil dan kuat. Juga dengan dukungan RAM yang besar serta kapasitas Baterai yang besar juga bisa menjadi penunjang yang tepat bagi seorang drive untuk mendapatkan orderan tiap harinya.

Namun di sistem sekarang, smartphone dengan spesifikasi dewa tak lagi menjadi solusi yang tepat untuk mendapatkan order. Konektifitas internet yang stabil tidak menjamin bisa memenangkan perebutan order antar driver dalam satu lokasi yang sama.

Strategi Mangkal Dekat Resto Yang Tak Lagi Berjalan Lancar


Seperti yang aku jelaskan sebelumnya bahwa jarak dan lokasi driver tidak lagi menjadi perimeter utama dalam mendapatkan order. Strategi seperti mangkal dekat resto juga tidak selalu berjalan seperti seharusnya.

Bagi driver, mangkal dekat resto bertujuan agar mendapatkan orderan GoFood yang mana poinnya lebih banyak dari pada order lainnya. Dengan hal ini potensi mendapatkan bonus insentif jadi makin cepat.

Namun di sistem pemerataan order membuat driver yang dekat dengan resto tidak selalu mendapatkan orderan, bisa saja driver yang letak lokasinya lebih jauh justru mendapatkan orderan ke resto tersebut.

Hal ini kembali lagi pada jeda waktu tunggu mendapatkan orderan yang diberikan oleh Gojek secara bergiliran pada drivernya. Meskipun begitu, strategi mangkal dekat resto tetap menjadi pilihan driver agar mendapatkan poin lebih banyak dan cepat.

Berangkat Lebih Pagi Tak Menjadikan Banyak Mendapat Orderan


Strategi berangkat lebih pagi merupakan strategi unggulanku dalam setiap onbid. Dengan harapan mendapatkan orderan lebih cepat sejak pagi yang memungkinkan aku pulang lebih awal karena sudah mendapatkan bonus harian lebih cepat.

Namun di sistem pemerataan kali ini, strategi berangkat lebih awal tidak menjadikanku mendapat order lebih cepat dan banyak. Karena kembali lagi pada jeda waktu tunggu giliran yang membuat tidak mendapatkan orderan, meskipun pelanggan yang order dekat dengan lokasi kita berada.

Meskipun sedikit ada dilema di sistem Gojek terbaru ini, namun aku sangat bersyukur dengan adanya sistem pemerataan ini. Meskipun masih belum menemukan solusi jitu dalam sistem pemerataan order Gojek kali ini, namun sistem ini cukup bisa dinikmati dan menghasilkan bagi semua kalangan driver, terutama bagi driver part time seperti aku.

Sebenarnya masih banyak strategi yang belum aku sebutkan, seperti strategi pindah-pindah tempat ataupun mencoba dengan berkeliling mencari atau menjemput orderan. Karena aku tidak pernah mencoba strategi seperti itu, jadi aku tidak menulisnya di artikel kali ini.

Kalau menurut kalian, bagaimana pendapat kalian tentang sistem pemerataan order Gojek kali ini? Baik atau buruk?

Jika kalian merupakan driver juga dan mempunyai unek-unek tentang sistem pemerataan order Gojek ini, bisa banget deh di share di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca

Semoga bahagia

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Dilema Driver di Sistem Pemerataan Order Gojek "