Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jadi Driver Ojek Online Saat Punya Pekerjaan Tetap, Kenapa Tidak?


Hai kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Apa sih enaknya menjadi driver online?

Secara umum driver online merupakan pekerjaan mengantarkan pelanggan ke tempat tujuan yang dipesan secara online menggunakan aplikasi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Menurutku, pekerjaan ojek online ini sangat populer belakangan ini. Selain memang sudah zamannya, juga kemudahan yang diberikan oleh penyedia aplikasi online membuat layanan ini semakin digemari dan diminati oleh masyarakat.

Dengan antusias masyarakat seperti ini, wajar jikalau pekerjaan sebagai driver online atau ojek online ini mulai diminati oleh masyarakat guna mendapatkan penghasilan.

Bolehkah Status sebagai karyawan menjadi driver ojek online?

Kenapa tidak? 

Sebagai bocoran yah, penghasilan ojek online ini cukup menjanjikan loh!

Bahkan saat awal-awal aku mulai mendaftar sebagai driver ojek online, penghasilan sehari saat jadi ojek online bisa melebihi penghasilanku per harinya sebagai karyawan loh. 

Meskipun untuk masalah jam kerja memang tergantung banyaknya order yang didapat untuk bisa melebihi nominal penghasilan sebagai karyawan.

Selain itu, menjadi driver ojek online itu berstatus “mitra kerja”, bukan sebagai buruh atau karyawan. Maksudnya kita diberi kebebasan dalam pekerjaan kita sebagai ojek online, terutama dalam mengatur jam kerja.

Berbeda jika kita sebagai karyawan yang dituntut untuk bekerja sesuai waktu yang ditentukan serta mengikuti prosedur dan target kerja tertentu.

Di ojek online, kita bisa bekerja seenaknya. Dalam artian kita bisa libur kapanpun kita mau dan ambil orderan sebanyak yang kita bisa tanpa ada target tertentu dalam sehari.

Namun dalam pekerjaan ojek online juga ada sebuah peraturan dan prosedur yang harus dijalankan terutama saat menjalankan order. Jika kita melanggar, nantinya kita akan kena sangsi berupa peringatan, suspen sementara hingga putus mitra tergantung beratnya pelanggaran yang kita lakukan.

Dengan melihat status “mitra” sebagai ojek online, tentunya pekerjaan ini sangat cocok bagi seorang yang sudah punya pekerjaan dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan di luar jam kantor/kerja di perusahaan.

Selain perihal kebebasan dalam bekerja, ada beberapa alasan lain kenapa pekerjaan sebagai ojek online ini cocok sekali untuk karyawan yang ingin mencari penghasilan tambahan.

Berikut alasannya menurut sudut pandangku sebagai karyawan dan juga sebagai seorang driver ojek online.

Mengisi Waktu Luang Yang Menghasilkan


Saat libur kerja, kalian ngapain?

Kalau aku sih tentu saja quality time dengan keluarga tetap menjadi prioritas utama saat di rumah. Kebetulan libur kerjaku dua hari dalam seminggu, yakni di hari Sabtu dan Minggu.

Hal yang sering aku lakukan saat libur kerja tentu saja menyenangkan keluarga, entah mengajak liburan atau pergi nongkrong ke taman hiburan bersama istri dan anak-anak. Namun untuk melakukan hal tersebut, biasanya aku lakukan kalau sudah gajian.

Meskipun liburan tipis-tipis, tetap saja membutuhkan uang juga kan. Jika terus dipaksakan tiap hari libur selalu hang out dan ngabisin duit untuk makan-makan dan jalan-jalan, terus untuk mencukupi kebutuhan pokok tiap hari pakai uang siapa?

Iya kalau gaji perbulannya sekitar 10 sampai 20 juta sih liburan tiap minggu bukan masalah sulit, nah kalau gaji di bawah UMR saja mau sok gaya.

Maka dari itu, penghasilan tambahan dari ojek online ini sangat membantu untuk mengatasi hal ini. Selain kebutuhan pokok dan tabungan sudah terpenuhi dari hasil pekerjaan sebagai karyawan, untuk urusan jalan-jalan bisa pakai penghasilan dari ojek online.

Aku sih tidak selalu onbid tiap hari libur kerja juga, terkadang aku ambil hari Sabtunya aja atau hari Minggunya aja. Yang penting pekerjaan ojek online ini tidak mengurangi kemesraan dan perhatian kepada keluarga.

Nambah Teman dan Wawasan


Enaknya menjadi driver ojek online itu bisa mendapat banyak teman baru. Tidak hanya karakter orang jalanan saja (maksudnya memang pekerjaan aslinya sebagai tukang ojek) aku juga mendapat teman sesama driver dengan berbagai karakter.

Tua, muda, kuliah, bekerja hingga pekerjaan full time ojek online juga saling sapa saat bertemu di basecamp maupun di jalan. Bahkan terkadang aku sudah akrab dengan mereka namun anehnya aku tidak pernah tau namanya, hahaha.

Semenjak jadi driver ojek online, wawasanku akan seluk beluk daerah jadi makin paham. Padahal lahir di Pandaan, namun aku baru paham betul daerah-daerah di Pandaan saat sudah jadi driver ojek online.

Dengan kelebihan itu, aku bisa tau makanan-makanan yang sedang hits di restoran atau kedai yang bisa aku kunjungi dengan keluarga. 

Kekurangan Uang Di Tanggal Tua, Di Ojekin Aja

Akhir bulan merupakan hari-hari paling riskan dalam kehidupan seorang karyawan. Meskipun dengan planing yang baik, kalau sudah ada pengeluaran tak terduga, tanggal tua menjadi momok menakutkan dalam segi keuangan.

Mau pinjam istri, kebutuhan keluarga sehari-hari juga sedang mepet di akhir bulan. Pinjam saudara juga terkadang susahnya minta ampun. Apalagi pinjam teman yang juga sama-sama nunggu hari gajian.

Semenjak jadi driver ojek online, aku sedikit terbebas dari tragedi kehabisan uang di tanggal tua. Setidaknya jika aku kekurangan uang, tinggal hidupkan aplikasi dari rumah dan menunggu dengan santai orderan datang.

2-3 order sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan jajan maupun untuk membeli bahan bakar motor sebagai modal berangkat kerja esoknya. 



Nah bagaimana? 

Tertarik ingin punya tambahan penghasilan dari driver ojek online?

Semoga bahagia

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Jadi Driver Ojek Online Saat Punya Pekerjaan Tetap, Kenapa Tidak? "