Punya Akun Driver Ojek Online Double? Kenapa Tidak?


Hai mitra driver, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Pernah aku mendapati komentar dari sesama driver, baik melalui media daring atuapun melalui riview aplikasi ojek online di playstore. Bahwasannya mereka mengeluh dengan susahnya mendapatkan order tiap harinya terutama setelah pandemi COVID-19. 

Algoritma sistem ojek online juga makin membingungkan, jika dulu disaat masih sistem jarak terdekat, kita cukup berada di kawasan yang ramai order. Begitupun saat order prioritas yang mengharuskan driver terus aktif biar dapat order, setidaknya di sistem tersebut kita bisa belajar memahami sistemnya. 

Nah sekarang bagaimana? 

Di aplikasi Gojek driver, sistem pemerataan benar-benar membingungkan, terutama bagi full time driver. Kadang hari ini mendapat banyak order, besoknya malah cuma dapat 1 order dengan estimasi setelah menunggu 1 jam hingga 3 jam. 

Sudah berkeliling dan berpindah tempat dengan harapan mendapat orderan, namun tetap saja sistem tidak berpihak. Seolah memang benar-benar dibuat gantian gitu. Semacam hari ini si A dapat 5 order saja, besoknya dapat 10 order, besoknya lagi dapat 2 order aja dan seterusnya. 

Bagi full time ojek online, tentu sistem seperti ini sangat merugikan. Sudah menunggu seharian, namun pendapatan tak sebanding dengan pengeluaran setiap harinya. 

Hal ini juga diperparah dengan Pandemi COVID-19 yang memang benar-benar menurunkan jumlah order. Selain sebuah intansi pendidikan diliburkan, beberpa perusahaan juga banyak yang meliburkan karyawannya. Hal ini juga berpengaruh pada jumlah order yang menurun tiap harinya. 

Di Grab pun makin parah, insentif yang tadinya bisa dinikmati hasilnya, kini hanya sebatas pengganti uang jajan dan ngopi. Jadi wajar banget kalau banyak driver ojek online yang mulai mengeluh bekerja sebagai ojek online. 

Mempunyai Dua Akun Ojek Online Atau Lebih, Bolehkah? 



Dengan mengkaji problematika yang terjadi di dunia ojek online saat ini, mungkin memiliki beberapa akun ojek online itu merupakan solusi yang menarik. Setidaknya kita bisa memiliki dua potensi mendapatkan orderan. Misalnya kalau Gojeknya sedang sepi maka akun Grab bisa jadi solusi, begitu juga sebaliknya. 

Namun bagi sebagian driver banyak yang tidak setuju akan hal ini. Bahkan ada loh yang sangat membenci driver yang memiliki akun double seperti ini. 

Yah maklum, setiap driver ojek online memiliki pemikiran sendiri-sendiri. Selain itu, menghidupkan dua aplikasi ojek online secara bersamaan memang agak kekeuh gitu, ribet kata sebagian driver. 

Namun kalau bagiku, menghidupkan aplikasi ojek online secara bersamaan itu menarik dan penuh tantangan. Aku sendiri merupakan driver yang memiliki akun Gojek dan Grab, bahkan jika orderan Nujek dan Transjek ramai di tempatku, maka akan saya hidupkan aplikasinya secara bersama-sama, hahaha. 

Apakah boleh memiliki beberapa akun ojek online seperti itu? 

Why Not? Kita kan mitra, selama mengerjakan setiap orderan sesuai standart operasional prosedur (SOP) ojek online, aku kira itu sah-sah aja. 

Lagian yang paling penting dalam pekerjaan ojek online adalah perihal kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Selama pelanggan puas dengan pelayanan kita, maka tidak akan terjadi apa-apa terhadap akun ojek online kita. 

Bagiku yang menganggap pekerjaan driver ojek online ini sebagai pekerjaan sampingan, maka hal yang paling penting bagiku adalah mendapatkan orderan sebanyak-banyaknya. Aku jarang sekali mentargetkan insentif harian, sehingga prioritasnya adalah mendapat orderan. Terserah mau dapat dari Grab, Gojek, maupun Nujek. 

Bahkan aku sering loh dapat double order secara bersamaan. Yah selama masih bisa dikerjakan bersama-sama, maka akan kujalankan dengan bahagia. 

Namun dibalik untungnya menghidupkan dua aplikasi ojek online secara bersamaan, ada pula kelemahan dari metode ini. 

Kelemahannya antara lain : 

  1. Jika mendapat double order yang tidak mungkin dijalankan secara bersamaan, maka kita harus cancel order salah satunya. Akibatnya performa harian akan turun akibat cancel order.
  2. Dengan menghidupkan dua aplikasi, maka kita juga harus bawa dua atribut dalam pelaksanaannya. Mungkin untuk helm sendiri kita bisa mengakali dengan membawa helm standart lainnya.
  3. Jika kita mengejar target insentif harian, aku saranin jangan coba-coba menghidupkan dua aplikasi secara bersamaan. Karena faktor kelelahan tentu akan sangat beresiko pada tubuh kita. Akan lebih baik jika kita fokus pada satu aplikasi terlebih dahulu hingga mencapai insentif baru pindah ke aplikasi driver yang lainnya. 

Kalau tidak begitu, meskipun kedua-duanya sudah mendapat banyak order, namun dua-duanya belum mencapai target insentif harian. Namun waktu dan faktor kelelahan juga akan memperberat untuk mencapat target insentif harian. 

Yah begitulah pengalamanku selama menjalakan dua aplikasi ojek online secara bersamaan tiap harinya. Meskipun tidak pernah mencapai target insentif di sistem ojek online sekarang, namun metode ini cukup efektif bagiku yang memang jam kerjanya hanya sampai sore hari aja. 

Kalau menurut kalian, setuju tidak ada driver yang memiliki dua akun seperti itu? Bisa banget di share di kolom komentar. 

Semoga Bahagia

Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

0 Response to "Punya Akun Driver Ojek Online Double? Kenapa Tidak? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel