Program Insentif Gojek Terbaru – Skema Insentif Program Berkat



Hai mitra driver Gojek, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Pernah aku tuliskan dilema driver Grab saat skema berlian berubah dan sangat berpengaruh dengan pendapatan driver Grab saat ini. Kali ini giliran PT Gojek Indonesia yang menurunkan pendapatan driver Gojek dengan program barunya, Program Berkat

Hal ini sudah aku ketahui sebelumnya melalui kopdar daring yang membahas program baru Gojek ini. Yang mana program berkat ini akan dirilis pada hari ini tanggal 17 Juli 2020. Program ini diberlakukan dikarenakan PT GI menanggapi sepinya orderan karena pandemi yang membuat kebanyakan driver sulit mencapai batas maksimal poin untuk mendapatkan insentif. 

Sebagai driver yang menjadikan pekerjaan ojek online ini sebagai pekerjaan sampingan, program baru ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatanku tiap harinya sebagai ojek online. Toh memang aku jarang mengejar target poin skema insentif sebelumnya. 

Namun hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi driver full time ojek online, terutama bagi driver Gojek. Bagaimana tidak? Jika pendapatannya ditambah insentif selama ini bisa mencapai nominal lebih dari 150.000, kini bisa saja tidak sampai segitu. 

Seperti di daerahku yang mengikuti skema 20 poin, dengan perolehan minimal mencapai target dengan 10 order GoFood. Yang mana dari 10 oder tersebut bisa mendapatkan pendapatan bersih sebesar 80.000 plus 50.000 dari insentif yang cair. Total mencapai 130.000 

Namun di program berkat ini, tentu pendapatan seperti itu sangat sulit didapatkan. Apalagi ada batas waktu tertentu untuk mendapatkan insentif dari program berkat ini. Dan pentingnya lagi, insentif yang diberikan sangatlah jauh dari ekspektasi. 

Biar lebih gamblang, aku jelasin dulu deh dan ketentuan dalam program berkat ini, sebagai berikut. 

Syarat dan Ketentuan Program Berkat Gojek Terbaru 


  1. Mitra driver harus mengumpulkan 12 poin dari order yang diterima antara pukul 08.00 – 20.00 WIB dengan tingkat performa penyelesaian order minimal 75% 
     
  2. Jika pendapatan driver pada pukul 08.00 – 20.00 yang didapatkan kurang dari 90.000, maka pihak Gojek akan menambahkan selisihnya sejumlah minimum pendapatan program berkat. 
     
  3. Pendapatan poin juga akan diselaraskan untuk semua wilayah, yakni untuk GoRide dan GoSend mendapat 1 poin sedangkan GoFood akan mendapatkan 1,5 poin. Begitupun poin tambahan dengan nominal tertentu akan ditiadakan. 

  4. Pendapatan driver untuk minimum order GoRide yang dulu per 4 km mendapat 7.200, kini dikembalikan menjadi 8.000 

Gojek beralasan dengan adanya program berkat ini akan membantu mitra drivernya untuk mendapatkan pendapatan minimum sebesar Rp. 90.000 per harinya dengan ketentuan yang sudah aku tulis diatas. 

Namun apakah Program Berkat itu benar-benar bisa membantu mitranya? Bagiku sih tidak menjamin. 

Alasannya sih karena untuk mendapatkan 12 poin dengan perhitungan minimal 8 order GoFood itu tidak semudah di sistem yang sekarang, apalagi jumlah orderan juga menurun drastis selama pandemi ini. 

Pengalamanku sih selama onbid dua bulan terakhir, untuk mendapatkan 8 order itu berat banget, apalagi akun Gojekku juga bukan akun prioritas yang terusan dapat order tanpa harus nunggu selama 2 jam untuk order berikutnya. Ditambah lagi ada batas waktunya juga, meskipun batas waktunya 12 jam. 

Yang miris lagi adalah besaran nominal insentif berkatnya itu loh. 

Untuk mendapat 12 oin dalam jangka waktu yang ditentukan, minimal kita butuh 8 order GoFood. Apabila ongkos kirim yang kita terima adalah batasan minimum, maka pendapatan kita sebesar 64.000 (8 x 8.000). 

Jadi potensi bonus terbesar yang kita dapatkan dari Gojek di program berkat ini adalah sebesar 26.000 (90.000 – 64.000). 

Namun jika ada trip panjang ataupun dapat order GoRide berkali-kali sampai dapat 12 poin untuk waktu yang sudah ditentukan, tentunya pendapatan kita akan lebih besar bukan? Sehingga jika pendapatan 12 poin itu lebih dari 90.000, otomatis kita gugur dan tidak mendapatkan apa-apa dalam program ini. 

Begitupun jika pendapatannya mencapai 89.000 untuk 12 poin, kita hanya dapat 1.000 dari PT Gojek. Ironis sekali bukan? 

Sebenarnya ini sama saja dengan tanpa bonus insentif, hanya saja PT Gojek menggunakan kata yang berbelit-belit dengan membuat program baru yang seakan-akan menguntungkan dan bisa membantu mitranya. 

Padahal kenyataannya, Nihil! 

Kalau pendapatku sih, kalau memang PT Gojek merugi dalam hal ini, mungkin sebaiknya mentiadakan insentif secara terang-terangan dan lebih fokus bagaimana agar mitra driver bisa mendapatkan orderan seperti dulu. 

Yah setidaknya dengan begini, driver tidak lagi memperdulikan perihal insentif dan lebih fokus dalam mendapatkan tarif dari orderan yang didapatnya. 

Kalau menurut kalian bagaimana? Setujukah dengan program Gojek terbaru, Program Berkat ini? 

Salam bahagia 


Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

0 Response to "Program Insentif Gojek Terbaru – Skema Insentif Program Berkat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel