Bertahan di Sistem “Tak Masuk Akal” Gojek

Sumber : suara.com

Hai mitra driver Gojek, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Gimana orderan Gojek di kotamu? Aku harap orderannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kalian sehari-hari. 

Kita tau bahwa di masa pandemi ini orderan ojek online yang masuk sangat jauh menurun dari pada waktu sebelum pandemi. Tidak hanya orderan untuk aplikasi Gojek, bahkan untuk aplikasi lainnya juga pasti akan terimbas oleh dampak pandemi ini. 

Mulai dari penurunan bonus insentif yang diterima oleh mitra ojek online, entah itu program berkat dari Gojek maupun program insentif berlian Grab yang baru. Keduanya sama-sama memangkas perolehan bonus yang biasa diterima oleh mitra. 

Yah sangat disayangkan sih, namun tentunya pihak manejemen aplikasi juga terpaksa melakukan hal tersebut guna menstabilkan keuangan mereka. Yang lebih berimbas lagi, tentu saja pendapatan dari mitra, terutama bagi mitra driver Gojek. 

Kenapa dengan mitra driver Gojek? 

Aku tidak tau pasti sih bagaimana keadaan para mitra driver Gojek di kota lain. Namun yang pasti, di kota ku ini terdapat kesenjangan yang tidak begitu adil antara mitra driver Gojek. 

Mungkin pihak Gojek membantah adanya member prioritas dan member akun gagu. Namun kenyataan di lapangan berkata demikian. Ada mitra driver yang terus-terusan mendapatkan order ada pula mitra yang susah sekali mendapatkan order. 

Pihak manajemen hanya berasumsi bahwa pendapatan mitra driver menurun dikarenakan penurunan order di masa pandemi. Namun perbandingan antara mitra driver yang gacor dan gagu adalah 23 order dengan 2 order per hari. 

Dengan onbid di jam yang sama dan berada di lokasi yang seharusnya ramai orderan. Kenyataannya hanya driver itu-itu saja yang mendapatkan order. Bagi mitra driver yang susah mendapat order, hal ini bisa berlanjut hingga berminggu-mingu tanpa menemukan solusi yang berarti. 

Menurutku, siste Gojek yang sekarang ini merupakan sistem yang tak masuk akal. Bahkan kita sebagai driver hanya bisa pasrah tanpa bisa menemukan strategi yang baik agar mendapatka banyak order. 

Tak masuk akalnya aku jabarkan sebagai berikut 

1. Jeda Waktu Tunggu Mendapat Order Yang Berlebihan 



Bagi driver yang akunnya “Gacor”, jeda waktu tunggu mendapatkan order sangatlah singkat. Bahkan bisa saja mereka mendapatkan orderan lagi setelah menyelesaikan orderan sebelumnya. Berbeda bagi mitra driver yang akunnya “gagu”, jeda mendapatkan orderan bisa 4 sampai 5 jam. 

Berbagai cara mereka lakukan agar akunnya kembali normal seperti mitra driver lainya. Dengan cara pindah tempat dan menunggu dengan waktu tertentu, ataupun dengan menambah jam onbid lebih dari biasanya. 

Hasilnya tak selalu berhasil, bahkan ada sebagian driver yang sudah melakukan cara tersebut hingga berminggu-minggu, namun tetap saja tak membuahkan hasil yang maksimal. 

2. Yang Dekat Tak Selalu Mendapat Order 


Sistem sekarang memang tidak memakai patokan alokasi terdekat sebagai patokan utama yang akan mendapatkan orderan. Jadi bisa saja driver yang lokasinya cukup jauh bisa mendapatkan order dari pada driver terdekat dari lokasi resto maupun lokasi pelanggan. 

Di lihat dari sudut pandang ini, tentu patokan driver prioritas merupakan hal yang utama untuk mendapatkan order. Tapi tetap saja pihak manejemen menyangkal adanya member prioritas. 

Ok, anggap saja memang begitu. 

Namun taukah bahwa sistem seperti ini juga bisa berimbas pada cancel order dari pelanggan? 

Pelanggan ingin driver yang terdekat agar bisa jemput lebih cepat. Namun yang dia dapat justru driver yang lokasinya cukup jauh dan akan memakan waktu untuk menjemput. 

Beberapa kali aku mendapat cancel order oleh pelanggan karena alasan ini. Memang untuk performa tidak berpengaruh karena pelanggan cancel order dengan baik. Namun dampak dari cancel order juga berpengaruh pada gagunya akun driver. 

Yah setidaknya pengalamanku berkata demikian, bahwa disetiap ada cancel order dari pelanggan baik karena alasan lokasi resto tutup maupun lokasiku berada cukup jauh dari lokasi pelanggan. Akibatnya adalah susahnya untuk mendapatkan order lagi hingga berjam-jam. 

Pernah loh aku mendapat pelanggan pertama yang cancel order tanpa tau alasannya, berujung pada nol order hingga sore hari. Bayangkan, onbid selama 7 jam namun tak membuahkan pendapatan sama sekali. Malahan pengeluaran untuk makan dan minum yang pasti. 

Syediiiihhh…. 

3. Tambah Jam OnBid Biar Gacor 


Sewaktu kopdar online, cara biar akun gagu menjadi lancar adalah dengan tambah jam onbid. Tujuannya adalah untuk menambah durasi keaktifan akun driver serta menambah jumlah riwayat penyelesaian. 

Namun tidak ada kepastian cara ini berhasil loh, toh ada juga mitra driver yang sudah melakukan hal serupa, tiap hari jeda waktu tunggu mendapat order juga sama, antara 2 sampai 3 jam. 

Lagian kalau menurutku, menambah jam onbid berarti meningkatkan keletihan dan resiko terhadap kesehatan mitra. Apalagi tambah jam onbid hingga larut malam juga tidak ada jaminan dapat orderan juga. 

Tidak tau juga kalau di kota lain, kalau ditempatku sih, aku sudah cobain tambah jam onbid hingga tengah malam. Bahkan aku coba di hari yang biasanya ramai order yakni weekend. Hasilnya, tak ada satu orderpun yang nyangkut ke akunku, melainkan ke driver yang lainnya. 

Apalagi jika memang harus tambah jam onbid biar akun menjadi gacor, berarti secara tidak langsung driver sampingan seperti aku ini akan terus kesusahan dalam mendapatkan order. 

Katanya sewaktu pendaftaran dulu asas kerjanya adalah sebagai mitra, dan pekerjaan sebagai mitra driver ini cocok untuk penghasilan tambahan. Tapi kalau kerjanya harus dituntut 12 jam bahkan lebih biar orderan lancar, apa ini yang disebut mitra? Atau buruh 24 jam? 

Entahlah… 

4. Butuh Berapa Hari Perbaiki Akun Gagu? 


Menurutku, butuh berminggu-minggu untuk memperbaiki akun menjadi lancar kembali, namun cuma butuh sehari menjadikan akun kembali gagu. 

Kenyataannya seperti itu. 

Aku sih tidak berpatokan kepada akun driverku, karena aku sendiri memang menjadikan pekerjaan ojek online ini sebagai sampingan. Jadi wajar jika potensi mendapatkan orderan tidak begitu maksimal. 

Tapi aku melihat beberapa driver yang tadinya lancar orderan, akan gagu hanya karena satu kesalahan. Misalnya karena libur sehari (dan itu pantas) ataupun karena cancel order. 

Dia mengulang kembali caranya biar lancar kembali, misalnya terus mobile mencari tempat ramai orderan, onbid lebih pagi hingga larut malam, dan tidak pilih-pilih order meskipun orderannya menyebalkan. 

Setelah berhasil dan akunnya kembali lancar orderan, hanya karena cancel orderan (karena order fiktif) dan libur sehari bisa menjadikan akun gagu kembali. 

Ini sistem model apa sih? 

Apa kita tidak boleh libur gitu? Harus onbid tiap hari tanpa libur biar terus mendapat orderan lancar. 

Cancel orderan juga sama, bukannya kita pilih-pilih order, namun kalau kondisi memang harus cancel, misal order fiktif atau orderannya tidak masuk akal, kan wajar kalau cancel order. Namun imbas dari cancel order itu yang kadang keterlaluan. 

Bukannya mengeluh sih, Adil memang bukan berarti sama rata, namun adil juga tepat menurut kinerjanya. 

Jika ada dua mitra driver yang onbid tiap pagi hingga malam, sama-sama berada di tempat ramai orderan yang sama, namun hasil perolehan 23 banding 4 order tiap hari. Apa ini yang disebut keadilan? 

Salam Bahagia 


Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

0 Response to "Bertahan di Sistem “Tak Masuk Akal” Gojek"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel