Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ojol – Terlalu Bersemangat Hingga Lupa Bawa Pesanan Pelanggan

Kisah Ojol – Terlalu Bersemangat Hingga Lupa Bawa Pesanan Pelanggan


Apa jadinya kalau ojek online dapat pesanan order food, namun saat antar hanya bawa tangan kosong? 

Kisah seperti itu aku alami sendiri. Ironisnya aku baru tahu kalau aku tidak bawa pesanannya tepat pelanggan sudah berada di depan rumahnya. 

Antara malu, merasa bersalah namun lucu banget untuk diingat-ingat lagi. Segeralah aku meminta maaf kepada pelanggan tersebut dan mohon kesediaannya menunggu untuk aku ambil pesanannya ke resto itu lagi. 

Dalam perjalanan ambil pesanan, aku mulai tertawa dalam hati. Kok bisa loh aku dengan pedenya berangkat ke lokasi pelanggan padahal aku tidak membawa makanannya

Sebenarnya makanannya sudah jadi, bahkan pesanan yang sudah jadi tersebut sudah di antarkan oleh kasir resto kepadaku. Antara menderita seribu lamunan atau lagi hang aja nih otak, hingga aku lupa tidak menaruhnya ke sepeda motor. 

Kebetulan waktu itu aku melepas jaket ojek online karena gerah disaat nunggu. Nah mungkin karena teralihkan saat memakai jubah kebanggaan itu, jadi lupa deh makanannya masih berada di meja. Setelah pakai jaket dan helm, segera capcus hingga lupa makanannya tidak dibawa. 

Yah untung saja letak lokasi pelanggan dan kedainya cukup dekat. Aku cuma butuh 2 menit untuk kembali lagi ke resto dan dua menit lagi sampai di lokasi pelanggan. 

Dengan memasang raut sedih, aku meminta maaf atas kelalaianku kali ini. Dan pelanggan yang cantik dan baik hati memaafkanku dengan senyum manisnya. 

Sebagai bentuk permintaan maaf, aku kasih diskon untuk pelanggan ini. Sebenarnya total harganya 31.000, pelanggan yang manis membayar dengan uang 50.000. Maka aku kasih kembalian 20.000 dan diskon 1000 sebagai permintaan maaf atas kesalahan. 

Yeah, akhirnya perjalanan yang terdapat mistake namun tidak berujung negatif terhadap akunku. Soalnya banyak loh yang mengalami kesalahan seperti ini, kemudian mendapat feedback jelek dari pelanggannya. 

Feedback jelek berupa rating buruk dan ulasan di komentar yang jelek akan beresiko terhadap lancar tidaknya akun ojek online. Ulasan dari pelanggan menjadi salah satu penyebab akun menjadi gagu. Maka dari itu pelayanan kepada pelanggan itu memang perlu diperhatikan lagi deh. 

Kalau memang kita melakukan kesalahan, yah memang sebaiknya kita meminta maaf akan hal itu. Namun terkadang kesalahan terjadi dikarenakan kinerja pemilik kedai atau karena kemasannya yang buruk. Dan biasanya kesalahan seperti itu tetap berimbas ke drivernya. 

Maka dari itu, entah kesalahan kedai atau pada kemasannya, sebaiknya kita sebagai driver yang berhubungan langsung kepada pelanggan yang meminta maaf untuk diri sendiri dan meminta maafkan kesalahan resto juga. 

Kisah Ojol – Terlalu Bersemangat Hingga Lupa Bawa Pesanan Pelanggan

Cerita yang kedua.

Aku pernah loh karena kesalahan pemilik kedai dalam menyiapkan pesanan, sehingga aku harus bolak-balik ambil pesanan yang jarak antara resto dan lokasi pelanggan sekitar 30 km. Kebanyang tidak kalau 2 kali pulang pergi, berarti aku menempuh 120 km hanya untuk menyelesaikan satu orderan saja. 

Jadi ceritanya, resto tersebut berada di kecamatan Pandaan dan lokasi pelanggan di kecamatan Purwodadi. Jarak kedua kecamatan ini sekitar 30 km dengan ongkos kirim 47.000 (ongkos kotor). 

Pesanannya itu dua makanan dengan jenis yang sama. Dan setelah aku terima pesanan makanan yang sudah dikemas rapi, aku tidak menanyakannya lagi apakah ini sudah benar atau tidak. Maklum sistem sudah Gobiz, jadi resto seharusnya sudah tau makanan yang dipesan. Toh nota pembelian juga yang nulis mereka sendiri. 

Kemasannya memang terlihat satu bungkus saja, namun aku kira satu bungkus itu sudah mewakili dua makanan tersebut. Soalnya pembelian makanannya memang burupa lauk aja sih. Jadi aku mengira dua lauk yang sama itu dijadikan satu biar lebih mudah bawa nya. 

Singkat cerita setelah melaju dengan kecepatan standar dan butuh waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi pelanggan. Aku dikagetkan oleh pelanggan yang memanggil aku lagi setelah berjalan dua meter selepas memberikan makanan itu ke pelanggan. 

Untung orderannya belum aku selesaikan, jadi aku bisa telpon pemilik resto atas kesalahannya ini. Intinya pelanggan ini meminta pertanggungjawaban dari restonya. Dia tidak mau kalau hanya diganti dengan sejumlah uang pembelian makanan yang kurang untuk mengatasi masalah ini. 

Jadi pelanggan meminta makanan yang kurang dikirim dengan jumlah dua kali sebagai permintaan maaf karena keteledoran pemilik resto. Dengan begitu masalah sudah clear antara pelanggan dan pemilik resto. 

Nah masalahnya, bagaimana nasib akunku ini. Jika pelanggan memberi bad koment ataupun sampai send email ke customer service Gojek, pasti akunku ini melayang. 

Nah agar akunku ini selamat, pelanggan memintaku untuk mengambil lagi pesanan yang kurang dan mengantarkanya lagi ke lokasi pelanggan lagi. Dan sebagai gantinya, aku bisa memberikan rating dan feedback sendiri terhadap akun driverku ini. 

Fix, akunku selamat dari probelm masalah ini. Kerugianku hanyalah menghabiskan 2 kali lipat perjalanan pulang pergi. Yang seharusnya cuma 60 Km menjadi 120 Km dengan ongkos yang sama yakni 47.000. Selain itu kerugian waktu offbid juga selama 3 jam mengurusi satu orderan ini saja. 

Yang sangat disayangkan adalah hilangnya rasa kasihan dari pemilik resto. Hanya mengucapkan rasa bersalahnya saja tanpa kasih embel-embel apa gitu. Kasih minum kek, kasih makanan kek. Toh yang jelas sangat dirugikan itu aku loh sebagai driver yang bolak-balik dengan perjalanan yang cukup panjang. 

Yah Alhamdulillah sih, selanjutnya aku hanya butuh 1 orderan food aja agar mendapatkan insentif harian sebesar 80.000 waktu itu. 

Catatan penting yang harus aku ingat dari pengalaman ini adalah kita sebagai driver tidak serta merta harus percaya sepenuhnya kepada pemilik resto tentang kualitas dan kuantitas pesanan. Setidaknya kita harus re-cek ulang agar tidak terjadi kesalahan serupa. 

Saling mengingatkan adalah bentuk pelayanan kita juga. Toh yang beresiko terkena dampak paling besar dari sebuah kesalahan tidak lain dan tidak bukan hanya driver yang kena imbas sepenuhnya. 

Ada yang pernah mengalami pengalaman yang sama kawan? Yuk cerita di kolom komentar. 

Keep Fight and Be Happy 

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Kisah Ojol – Terlalu Bersemangat Hingga Lupa Bawa Pesanan Pelanggan"