Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ojol – Drama Ketika Salah Jemput Pelanggan

kisah ojek online salah jemput pelanggan
Source : unsplash.com

Pernah tidak kalian salah jemput penumpang ojek online? Kalau Aku sih pernah, dua kali malah. 

Aneh yah? Bagaimana bisa seorang driver ojek online bisa-bisanya salah ambil penumpang. Padahal di aplikasi driver juga terdapat detail lokasi dan nama pelanggan yang tertera dengan jelas.

Apalagi sebelum ambil penumpang, kan biasanya driver atau pelanggan sama-sama konfirmasi dengan menyebutkan nama masing-masing sesuai dengan informasi yang tertera di aplikasi. Jadi, kecil kemungkinanannya bagi driver ojek online itu salah ambil penumpang.

Namun hal ini bisa saja terjadi jika keadaan driver lagi halu maupun gagal fokus. Seperti yang pernah aku alami sebelumnya.

Salah Jemput Pelanggan Hingga Dapat Double Ongkos

Salah Jemput Pelanggan Hingga Dapat Double Ongkos
Source : gojek.com

Ceritanya aku dapat order GoRide di pagi buta. Saat itu aku masih santai-santai sambil nonton TV di rumah. Sengaja menghidupkan aplikasi mulai dari shubuh, kali aja ada orderan nyantol di jam segitu. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba.

Sekitar pukul 05.40, aku mendapatkan order GoRide. Sedikit jauh sih lokasi jemputnya, namun jarak antar ke tujuannya lumayan dekat. Trip-trip seperti ini yang paling aku suka. Trip tidak lebih dari satu kilo, namun tarif tetep 4 km.

Karena belum siap-siap, jadi aku sedikit kelabakan saat berangkat. Dalam 5 menit aku sampai di lokasi jemput. Dan beberapa detik kemudian munculah sosok wanita tinggi nan cantik. Aku kira sih dia pelanggannya, toh lokasinya juga sesuai di aplikasi.

Dia menghampiriku dan mengucapkan sesuatu. Mungkin aku sedikit halu karena terpesona kecantikannya. Jadi aku tidak kedengaran dengan apa yang dia katakan sebelumnya. Aku cuma membalasnya dengan menggangguk saja.

Setelah memakai helm dan naik sepeda, kembali aku konfirmasi kepada pelanggannya dengan bertanya lokasi antarnya. Dan memang benar kok, lokasi antarnya juga sama sesuai aplikasi.

Langsung saja aku tancap gas untuk mengantarnya. Di tengah perjalanan, dia (pelanggan) mendapatkan telpon dari seseorang. Aku sih tidak begitu mendengarkan percakapannya dengan jelas.

Namun setelah selesai telpon, pelanggan tersebut menepuk punggungku dan mulai membuka pertanyaan.

👰 : Namanya mas ini benar Su***T bukan?

👮 : Bukan kak, Saya Ainur

👰 : Wah berarti saya salah driver dong mas

Aku mengeryitkan dahi.

👰 : Soalnya driver yang saya pesan menghubungi saya barusan. Dia lagi nunggu di depan kos saya

👮 : Iya ta kak, tapi kan saya dapat order di lokasi antar itu juga

👰 : Bentar mas, nama pelanggannya siapa?

👮 : Gheisa

👰 : Nah itu dia masalahnya. Gheisa itu teman satu kos dengan saya, dan memang tujuan kita sama

👰 : Tadi kan saya mengatakan kepada masnya, apa orderannya atas nama Gita? Dan masnya mengangguk saja

👮 : Maaf kak, tadi tidak kedengeran,pokoknya ngangguk aja. Jadi gimana nih kak, apa saya puter balik lagi?

👰 : Ndak usah mas, sudah mau nyampai juga. Lagian saya sudah batalkan pesanannya.

Setelah sampai tujuan, buruan aku kembali lagi ke kos’an tersebut. Di sana sudah ada pelanggan yang lebih manis lagi menungguku.

Aku jelasin panjang kali lebar kali tinggi. Pelanggan itu justru tersenyum manis dan tak masalah dengan hal itu. Akhirnya aku dapat satu order dengan dua kali mengantar pelanggan. Double deh pendapatanku hari itu.

Yang harus diingat dari kesalahan ini adalah penting sekali konfirmasi kepada pelanggan. Mulai dari konfirmasi nama dan juga konfirmasi alamat tujuan.

Salah Jemput Pelanggan Gara-gara Nama Yang Sama

Kisah Ojol – Drama Ketika Salah Jemput Pelanggan

Bagaimana kalau ternyata nama pelanggan di aplikasi, sama dengan nama orang yang kebetulan berada di lokasi titik jemput? 

Nah di sini aku pernah salah jemput jemput pelanggan, padahal aku sudah konfirmasi nama pelanggan sama dengan nama di aplikasi.

Ceritanya itu berawal dari dua orang yang memiliki nama username di aplikasi ojek online yang sama. Dan kebetulan pesan ojek online berada di lokasi yang berdekatan dan dalam waktu yang hampir sama pula.

Bedanya, satu pelanggan pesan melalui aplikasi Gojek dan yang satunya pakai aplikasi Grab. Aku sendiri dapat order dari pelaggan Grab.

Aku mempunyai dua akun ojek online, baik Grab maupun Gojek selalu aku hidupkan bersama-sama. Cuma cara kerjanya aku buat gantian, terutama kalau dapat orderan Bike atau Ride.

Misalnya kalau aku dapat orderan GrabBike, maka aku matikan aplikasi Gojek. Begitupun sebaliknya.

Kalau soal atribut, aku memang sengaja bawa dua atribut sekaligus. Namun tak jarang juga cuma bawa satu atribut aja meskipun sedang menjalankan dua akun sekaligus. Jadi bisa saja aku dapat order Grab namun memakai atribut Gojek, dan juga sebaliknya.

Apa tidak apa-apa seperti itu? Tentu saja tidak diperbolehkan.

Hal seperti itu bisa mendapat sangsi kalau pelanggan ada yang melaporkan ke pihak aplikasi. Namun aku selalu konfirmasi kepada pelanggan bahwa aku memakai atribut yang berbeda dengan banyak alasan.

Kalau mereka tidak nyaman, aku bisa cancel orderan itu kapan saja. Namun selama ini ditempatku pelanggannya tidak rewel masalah begituan.

Pas kejadian itu, aku dapat order GrabBike di area sekitar Taman Dayu. Waktu itu aku memakai jaket Gojek berwarna hitam, khas jaket Gojek di daerahku.

Aku menghampiri sesuai lokasi yang sudah disepakati sebelumnya melalui fitur chat. Sedikit lama sih aku nunggunya, kemudian datang seorang wanita menghampiriku. “orderan atas nama Dian yah mas?” tanya wanita itu.Aku pun mengangguk.

Sebelum berangkat, aku konfirmasi kembali alamat lokasi tujuan. Ternyata sedikit melenceng dengan lokasi yang tertera di aplikasi. Tapi aku juga tidak curiga sedikitpun kalau aku salah jemput pelanggan. Karena kejadian pelanggan salah pilih alamat antar, sudah biasa terjadi bagi driver.

Sebenarnya di tengah perjalanan aku dapat panggilan berkali-kali. Namun aku juga tidak mengira kalau itu dari pelanggan yang sebenarnya. Hingga selesai antar, barulah aku mengerti kalau pelanggan tersebut menggunakan aplikasi Gojek.

Akhirnya aku ceritakan kronologi yang sebenarnya pada pelanggan yang barusan aku antar. Dia juga terkejut, kok bisa kejadian seperti ini terjadi.

Dua orang yang memiliki nama yang sama di aplikasi ojek online, sama-sama pesan ojek online di lokasi yang berdekatan. Variable yang bikin kesalahan itu terjadi dikarenakan aku yang memakai atribut tidak sesuai dengan orderan yang aku dapat.

Aku menunggu pelanggan Grab yang tak kunjung muncul. Sedangkan pelanggan Gojek melihat aku dengan jaket Gojek hitam sedang menunggu seseorang dan berada di lokasi yang sesuai juga. Hingga akhirnya kesalahan salah jemput ini terjadi.

Bagaimana dengan orderan Grab sebelumnya?

Setelah berkali-kali menghubungiku, akhirnya pelanggan Grab itu melakukan order lagi karena tidak menemukan driver yang menjemput. Namun dia tidak bisa cancel order dikarenakan aku sudah menjalankan order tersebut.

Aku sendiri juga tidak berani menyelesaikan orderan sebelum konfirmasi dan meminta maaf pada pelanggan Grab ini. Aku menghubungi pelanggan tersebut berkali-kali juga. Dan akhirnya dia angkat penggilanku setelah beberapa kali mencoba. Mungkin saat aku melakukan panggilan dia masih dalam perjalanan dengan driver lain.

Aku jelaskan kronologinya by phone dan meminta saran bagaimana kelanjutannya. Aku sih tidak masalah menjemput dia kembali, meskipun jaraknya cukup jauh. Namun posisinya sudah melakukan order lagi.

Yah untungnya metode pembayarannya menggunakan metode uang tunai. Jadi meskipun aku selesaikan orderannya, tak ada pihak yang dirugikan. Namun demi keselamatan akunku, tentu aku harus benar-benar meminta maaf dan memohon agar tidak memberikan rating yang buruk.

Dan Alhamdulillah, pelanggan tersebut memang benar-benar tidak memberikan rating buruk kepadaku.

Punya pengalaman yang sama tidak? Kalau punya, bisa banget deh di ceritakan kepadku di kolom komentar.

Keep Fight And Be Happy

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Kisah Ojol – Drama Ketika Salah Jemput Pelanggan"