Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ojol – Bukannya Membelikan Makanan Malah Datangi Lokasi Pelanggan Tanpa Bawa Makanan Yang Dipesan

Kisah Ojol – Bukannya Membelikan Makanan Malah Datangi Lokasi Pelanggan Tanpa Bawa Makanan Yang Dipesan

Pernah tidak? Kalian meng-eksekusi orderan dengan metode yang salah. Yang sebenarnya orderan Food, justru kalian malah pergi ke lokasi tujuan antar (rumah pelanggan), bukannya membelikan makanannya terlebih dahulu. 

Kalau aku sih pernah, dua kali malah. 

Pengalaman pertama itu terjadi disaat masih sangat hijau di dunia ojek online, waktu itu orderan Gojek. Dan kejadian yang kedua baru kejadian baru-baru ini di aplikasi Grab. Disaat sudah mahir justru malah kepelintir. 

Ok, aku ceritain satu persatu yah. 

Salah Menuju Lokasi Antar Karena Lapar

Sewaktu itu sore hari dan kebetulan di bulan puasa juga. Antara menahan rasa haus dan lapar, namun tetap semangat kejar poin biar dapat insentif harian lebih cepat.

Kisahnya dimulai saat aku sedang menjalankan orderan GoRide. Setelah menyelesaikan orderan tersebut, aku buru-buru pulang, soalnya sudah menjelang maghrib juga. Namun aku justru mendapatkan orderan lain sebelum aku mematikan aplikasi driver. 

Dilema sebenarnya, antara menjalankan order atau cancel order. Kalau orderan dijalankan, otomatis aku sudah menyelesaikan misi 20 poin. Yang mana aku akan mendapat insentif maksimal sebesar 80.000 setelah menyelesaikan orderan ini. 

Kalau aku cancel, aku bisa berbuka bersama keluarga di rumah. Soalnya aku benar-benar kelaparan juga seharian onbid di bulan puasa. 

Niatnya sih aku ingin ngelanjutin setelah terawih nanti. Toh kurang 1 poin doang, jadi orderan jenis apapun yang masuk nanti akan merubah poinku jadi 20 poin. 

“Tapi biarlah, aku akan jalanin orderan tersebut, toh cuma bentar doang” begitulah yang aku pikirkan. Soalnya aku mengira orderan tersebut adalah orderan GoRide. Langsung aku menuju lokasi pelanggan yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi aku mendapatkan order. 

Sesampai di lokasi, waktu bertepatan dengan adzan berkumandang. Tanpa berlama-lama, aku telpon pelanggan tersebut berkali-kali, namun tidak di jawab. “Apakah pelanggannya lagi sholat yah?” 

Akhirnya aku memutuskan untuk chat aja. Sebelum chat, aku melihat ada fitur detail pesanan. Dan yang benar saja, orderan yang aku dapatkan itu orderan Food bukan GoRide. Dengan secepat kilat aku menuju lokasi kedai. 

Sempat berkali-kali ada panggilan balik, aku rasa itu dari pelanggan, namun aku abaikan hingga sampai di lokasi kedai. Barulah aku telpon balik sekalian menanyakan detail dari pesananya sudah sesuai dengan aplikasi atau ada tambahan lain. 

Dan pada akhirnya aku hanya berbuka puasa dengan segelas teh kotak yang aku beli di kedai. Kemudian mengantarkan pesanannya sesuai lokasi antar. Dan pelanggannya pun tidak mengetahui bahwa aku sudah ke lokasi ini sebelumnya, hehehe. 

Salah Menuju Lokasi Antar Karena Gagal Fokus Dengan Nama Pelanggan Seperti Nama Mantan

Salah Menuju Lokasi Antar Karena Gagal Fokus Dengan Nama Pelanggan Seperti Nama Mantan

Kasus kali ini tidak ada hubungannya dengan mantan. Sengaja membuat sub judul seperti itu biar terbaca unik dan lucu aja, hahaha. 

Karena sebenarnya, kesalahan eksekusi orderan ini murni dikarenakan gagal fokus. Yang membuatnya jadi lebih parah adalah dikarenakan aku sudah bertemu langsung dengan pelanggannya dan baru sadar kalau aku salah eksekusi. 

Ceritanya aku lagi nungguin orderan yang tak kunjung datang di sebuah warung kopi sambil rebahan dan main game. Baru dapat order setelah 1 jam lebih nunggu. Tau sendiri kan, sistem ojek online sekarang benar-benar menyebalkan.

Kalau di aplikasi Grab kan petunjuk lokasi resto dan lokasi pelanggan itu hampir serupa, yakni berbentuk bulatan gitu. Kalau tidak awas membedakan warnanya beserta detail pesanannya, tentu kita akan keliru nantinya. 

Berbeda dengan aplikasi Gojek, yang mana kita bisa membedakan logo resto, logo lokasi jemput pelanggan hingga logo lokasi antar pelanggan di map aplikasi. Jadi kemungkinan salah itu jarang sekali terjadi, toh di aplikasi Gojek itu ada garis rutenya juga. 

Di aplikasi Grab mah polos. Cuma ada bulatan-bulatan berwarna tanpa ada garis rute perjalanan. Namun untuk perbedaan antara order GrabBike dan GrabFood itu sebenarnya mudah banget untuk di bedakan. Yah aku aja lagi gagal fokus jadi salah eksekusi. 

Bukannya ke lokasi kedai, aku justru mendatangi lokasi pelanggan. Kemudian aku chat juga bahwa aku sudah di depan lokasi pelanggan, karena aku mengira itu orderan jemput pelanggan atau GrabBike. 

Pelanggan itu keluar dan bilang “Kok cepet banget mas”. Aku pun sadar bahwa orderan yang aku dapat itu orderan GrabFood setelah melihat kembali aplikasi driver. Akhirnya aku meminta maaf kepada pelanggan dan buru-buru menuju lokasi resto. 

Disaat antarpun tak lupa aku ucapkan permintaan maaf atas kekeliruan sebelumnya. Dan pelanggannya pun cuma tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadaku. 

Dengan kejadian ini, bukan perkara sudah mahir atau sudah jadi driver kawakan biar tidak salah dalam eksekusi orderan. Namun kembali lagi dengan tingkat kewaspadaan kita sebagai driver dalam meneliti dan membaca secara detail informasi disetiap orderan terlebih dahulu sebelum menjalankan orderan. 

Punya pengalaman seperti itu kawan? Boleh banget di share di kolom komentar. 

Keep Fight and Be Happy 



Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Kisah Ojol – Bukannya Membelikan Makanan Malah Datangi Lokasi Pelanggan Tanpa Bawa Makanan Yang Dipesan "