Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ojol – Catatan Lokasi Pengantaran Salah Berujung Tersesat di Villa Seram

Kisah Ojol – Catatan Lokasi Antar Salah Berujung Tersesat di Vila Seram

Hai, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online. 

Tau tidak, apa yang paling menyebalkan dari pelanggan ojek online? 

Bagiku, hal yang menyebalkan dari pelanggan adalah saat mereka ngasih lokasi titik antar yang salah namun tetap ngeyel kalau lokasinya sudah sesuai. Kemudian bukannya minta maaf, malah memberikan feedback buruk pada mitranya saat orderan selesai. 

Pernah tidak mendapat pelanggan seperti itu? Semoga kita semua (mitra driver khususnya) dijauhkan dari pelanggan macam itu. 

Namun kesalahan pelanggan perihal titik antar maupun titik jemput, sebenarnya bukan lagi hal baru bagi mitra driver. Tak masalah sih, selama pelanggannya menyadari kesalahannya dan meminta maaf saat bertemu mitra driver. 

Kita (mitra driver) juga memaklumi kesalahan tersebut. Karena kesalahan itu bisa jadi karena GPS di smartphone sedang error ataupun karena koneksi jaringan yang buruk. Namun yang paling sering kesalahan seperti itu memang dikarenakan pelanggan tersebut merupakan pengguna baru. 

Aku sih sering banget menjumpai kesalahan lokasi seperti ini pada pengguna baru. Aku biasanya mengedukasi mereka selepas menurunkan pelanggan atau saat berjumpa dengan pelanggan di titik antar yang sebenarnya. 

Cerita Berkunjung ke Vila Seram Akibat Salah Catatan Lokasi 


Ceritanya aku mendapatkan orderan GrabMart sehabis isya’. Orderannya sih cuma membelikan beberapa mie instan dan beberapa botol kopi kemasan. Namun permintaan lain di luar aplikasi itu yang bikin aku geram namun tetap berusaha sabar. 

Biasanya sih aku menolak secara halus orderan seperti ini, terutama saat ada permintaan lain di luar aplikasi yang notabennya keluar dari jalur. Kalau masih searah sih aku bisa memakluminya. 

Bahkan sering loh aku di cancel pelanggan karena tidak mau menjalankan permintaan di luar aplikasi tersebut. Berhubung kali ini GrabMart, jadi pelanggan tidak bisa membatalkan pesanannya. 

Jadi permintaan pelanggan itu membelikan rokok di toko lain serta membelikan kartu provider di konter terdekat. 

Untuk yang membelikan rokok, aku masih bisa membelikannya di perjalanan antar. Namun untuk membelikan kartu provider aku, cuma meng-iayakan barangkali diperjalanan nanti ketemu sebuah konter. 

Sebelum antar pesanan, aku selalu konfirmasi lokasi antar kepada pelanggan bahwa loaksi di aplikasi sudah sesuai atau tidak. Hal ini aku lakukan sesuai prosedur dan juga biar pasti aja lokasi antarnya. 

Pelangganpun menjawab bahwa lokasi di aplikasi tidak sesuai, namun pelanggan tersebut memberikan catatan nomor rumah. “Villa semeru no A73 Taman Dayu”. 

Selama ngegojek di daerah Pandaan, aku belum pernah antar ke lokasi ini. Karena lokasi di aplikasi tidak sesuai, maka cara paling cepat untuk mengetahui lokasi Villa semeru dengan tepat adalah dengan bertanya kepada security di gate perumahan Taman dayu. 

Dapatlah aku sebuah informasi yang menyatakan lokasi Vila Semeru ini berada di cluster HAS (Hunian Alam Sejahtera) deket pos security cluster HAS. 

Sesampai di depan Villa, aku merasakan ada keanehan. Yang bisa aku katakan tentang villa ini adalah megah, sepi, tenang, gelap dan menyeramkan. “Apa benar ada penghuni di villa ini”, gumamku. 

Karena aku sudah habis banyak buat belanja orderan ini, akhirnya aku nekat masuk ke Villa tersebut. 

Aku tengok kanan dan kiri, di halaman Villa jauh lebih mencekam lagi keadaannya. Sudah tidak ada pencahayaan sama sekali di sekitar, hanya di dalam villa saja yang tampak ada sedikit cahaya. 

Namun aku melihat sosok seseorang yang duduk-duduk di depan Villa. Aku kira itu pelanggan yang pesan, eh ternyata cuma penjaga Villa tersebut. 

Aku bertanya kepada penjaga itu tentang villa semeru no 73. Namun katanya si penjaga, tidak ada no 73 di Villa Semeru ini. 

Mendengar hal itu, sempat dalam hati mengira orderan ini order fiktif. Namun aku mencoba tetap tenang dengan telepon pelanggan tersebut. Dan telponku pun disambut oleh pelanggan, yang menegaskan bahwa orderan ini tidak fiktif. 

Aku ceritakan rute perjalananku hingga sampai di lokasiku berada. Pelangganpun memberikan arahan lanjutan. Katanya “Dari situ kan ada turunan mas, setelah turunan mas lurus aja sampai ada belokan ke kanan, kemudian belok kanan lagi sampai mentok, lokasi saya di villa no 73”. 

Karena mindset awal lokasinya adalah “Vila Semeru”, yang memang hanya ada satu villa semeru di kawasan Taman dayu. Jadi aku tidak berfikir turunan itu jalan beraspal, aku cuma melihat ada anak tangga turun. Maka aku mengikuti turunan tersebut. 

Aku mengikuti setiap arahan dari pelanggan. Aku turun tangga dan berjalan lurus hingga ada belokan ke kanan. Setelah itu lanjut lurus sedikit ada belokan ke kanan lagi. Dari sini aku tak menemukan belokan ke kanan yang kedua. 

Aku berada di ujung kolam renang kecil tepat di halaman belakang Villa dan di belakangku dikelilingi oleh pohon-pohon. 

Suasanannya jauh lebih menyeramkan dari pada di depan Villa tadi, apalagi aku sendirian di belakang Villa ini. Sempat aku foto tempat tersebut, coba deh tengok aura menakutkan dari Villa ini. 


Seram bukan? Bulu kudukku juga sempat berdiri karena merinding. 

Aku sempat berdiri lama di situ, sambil telponan dan berdebat dengan pelanggan. Aku fotokan belakang villa itu, namun kata pelanggannya lokasinya bukan di situ. 

Karena tak menemukan solusi dari perdebatan lokasi dengan pelanggan, akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi ke depan Villa. 

Sewaktu mau balik lagi ke depan villa, aku melewati turunan tangga yang aku lewati tadi. Sekilas terlihat bayangan di dalam villa melalui jendela kaca dekat turunan tangga tadi. Tapi aku mengabaikannya 

Aku pikir penghuni villa itu, toh sewaktu aku berdebat dengan pelanggan di telpon tadi, beberapa kali aku mendengar suara lirih seperti suara beberapa orang sedang bercakap. 

Sewaktu aku kembali ke depan Villa, aku menanyakan dan memastikan kembali, apa ada villa semeru lain di kawasan ini kepada penjaga villa. Dan ternyata memang tidak ada. 

Kembali lagi aku telpon ke pelanggan dengan nada putus asa dan menjelaskan bahwa tidak ada Villa semeru lain di kawasan ini. Tidak kurang akal, aku meminta penjaga Villa bicara dengan pelanggan ini, siapa tahu nanti ketemu lokasinya. 

Dan ternyata.... 

Lokasinya bukan di Villa Semeru, melainkan di Hunian Alam Sejahtera no.73 

ANJAY... 😒😒

Kalau cluster HAS, aku sudah sering antar ke tempat tersebut. Seandainya pelanggan tidak memberi keterangan soal villa semeru sejak awal, mungkin aku tidak akan kesasar sampai ke Villa itu. 

Ada kabar mengejutkan lagi sebelum aku beranjak dari villa tersebut yang bikin bulu kuduk ku semakin berdiri. 

Kata penjanganya “Lagian kenapa masnya tadi turun ke bawah, kan di Villa ini belum ada penyewanya”. Saat itu memang baru awal-awal pandemi, jadi bisnis sewa Villa itu lagi sepi-sepinya. 

Kenapa nggak bilang dari tadi sih mas!” sahut saya sambil teriak-teriak kata ANJAY hingga 100 kali dalam hati. 

Segeralah aku beranjak pergi dengan kecepatan cahaya meninggalkan villa tersebut , menuju pelanggan jahat yang membuat kondisi seperti ini terjadi. Aku beri bintang satu dengan kata-kata ANJAY di akhir komentar untuk pelanggan yang satu ini. 

Saat perjalanan pulang, aku mulai kepikiran sesuatu. Kalau villa itu kosong, nah terus sekilas bayangan dalam villa serta suara percakapan tadi itu apa? Bulu kuduk ku kembali berdiri lagi memikirkan pengalaman di villa itu. 

Nah begitulah pengalamanku antar ke tempat seram hanya karena catatan konyol. Kalau kalian, pernah punya pengalaman serupa tidak? Kalau punya, bisa banget untuk dishare di kolom komentar yah 😉. 

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Kisah Ojol – Catatan Lokasi Pengantaran Salah Berujung Tersesat di Villa Seram"