Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

(Kisah Ojol) Kesabaran Yang Berbuah Manis

(Kisah Ojol) Kesabaran Yang Berbuah Manis di Bulan Februari

Ada hal baru nih di bulan Februari. Enam hari yang lalu aku mulai mendaftar di forum blogger Kafe MM (Maniak Menulis). Kafe MM merupakan tempat nongkrong bagi para blogger untuk sharing hal-hal tentang blogger maupun untuk sekedar ngobrol sesama blogger.

Awalnya niatnya sih cuma iseng pengen ikutan sosialisasi ala blogger gitu. Pengen nimbrung dan berkenalan dengan blogger lainnya juga. Plus siapa tahu ada ilmu tentang blogger yang bisa aku pelajari di forum tersebut.

Baru empat hari mendaftar di forum Kafe MM, aku terkejut ada notifikasi komentar masuk di blogku. Hatiku rasanya melayang karena bahagia. Apalagi komentarnya juga menunjukkan mereka senang dengan cerita yang aku tulis.

Tau tidak? Selama hampir satu tahun blog ini aku buat, baru pertama kali ini loh ada komentar masuk ke blogku. Dan semua itu berawal dari Kafe MM ini. Aku jadi antusias banget ingin terus nimbrung di forum tersebut kalau ada waktu luang.

***

Hari ini aku menemukan info menarik di Kafe MM. Yakni sebuah challenge berhadiah menarik dengan tema “3 hal menyenangkan yang terjadi di Bulan Februari pada hidup teman-teman”.

Aku sebenarnya dilema banget mau ikutan atau tidak. Selain ini baru pertama kali ikutan challenge seperti ini, di bulan Februari ini juga merupakan bulan duka buatku. Tepat tanggal 15 Februari kemarin tanteku telah berpulang.

Sempat mikir lama perihal ikutan chalenge atau tidak. Kalau ikutpun, rasanya February ini bukanlah bulan yang menyenangkan mengingat keadaan keluargaku sekarang. Tapi bahagia bukanlah soal bulan, karena bahagia itu soal hati dan perasaan.

Ah, aku jadi teringat kejadian sabtu kemarin tanggal 19 Februari. Hari di mana aku mulai onbid (ojek online) setelah 2 minggu lebih tidak aktif.

#1. Manisnya Sebuah Penantian Panjang

Manis sebuah penantian panjang menunggu orderan
Source : Unsplash.com

Bagiku pekerjaan sebagai tukang ojek online ini hanya sebagai pengisi waktu luang saat libur kerja. Aku hanya aktif ngegojek kalau tidak di hari sabtu, yah hari minggu. Itu pun kalau istri dan anak-anak tidak mengajak jalan-jalan.

Karena alasan itu, terkadang aku hanya bisa aktif seminggu sekali, dua minggu sekali bahkan bisa saja sebulan sekali.

Dampak buruknya adalah susah banget dapat orderan. Bahkan tak jarang seharian aktif, aku hanya dapat 1 orderan saja.

Sistem ojek online tahun 2021 (baik Gojek maupun Grab) memang dibuat seperti itu. Yang mana mitra driver yang aktif akan mendapatkan banyak order. Sementara yang jarang aktif sepertiku, jangan berangan-angan dapat orderan banyak apalagi sampai memimpikan bonus insentif cair hahaha.

Tapi aku selalu menikmati secangkir kopi hangat di sebuah warung kopi bersama teman ojek online lainnya. Aku suka mendengar cerita dan canda gurau dari mereka. Bahkan aku sering mendengar keluh kesah mereka yang membuatku merasa iba.

Hari Sabtu kemarin juga tak lebih sama seperti minggu-minggu sebelumnya. Aku berangkat sekitar jam 7 pagi ke basecamp ojek online dan duduk manis hingga beberapa jam tanpa orderan yang menyapa.

Tak apa. Mungkin memang belum rezeki ku hari ini. Yang penting aku masih bisa menikmati secangkir kopi sembari memikirkan ide-ide tulisan yang akan aku tulis di blog ini.

Oh iya, terkadang aku onbid (ngegojek) bawa laptop juga loh. Seperti hari Sabtu kemarin aku juga bawa laptop. Sembari nunggu orderan yang tak kunjung datang, aku biasanya menulis sebuah cerita atau mengerjakan kerjaan kantor.

Setelah 4 jam menunggu dan menghabiskan dua cangkir kopi, akhirnya ada satu orderan mendarat ke aplikasi ojek online ku. Aku mendapatkan orderan yang paling aku sukai, yakni orderan GrabBike dengan trip yang panjang.

Aku suka sekali trip panjang. Selain memang ongkosnya besar, sekalian aku anggap sedang jalan-jalan. Trip panjang sangat cocok sekali untuk mitra yang jarang dapat orderan. Yah semacam aku ini hehehe.

Aku bersyukur dalam hati, akhirnya bisa bawa pulang uang untuk hari ini. Bukan soal uang sih yang membuatku senang, namun lebih kepada terbayarnya kesabaran atas penantian panjang (padahal cuma 3 jam doang).

#2. Satu Orderan Rasa 10 Orderan

Fitur riwayat pendapatan di apliaksi Grab driver

Jadi ceritanya ini bersambung dengan yang aku ceritakan sebelumnya. Setelah mendapatkan orderan trip panjang tersebut, aku mendapat pelanggan seorang wanita separuh baya.

Dilihat dari cara chat hingga menyapa, aku bisa pastikan bahwa wanita ini sangat ramah. Sebagai permulaan, aku tawarkan rute yang bisa dipilih. Dia pun menjawab dengan sopan dan membiarkan aku memilihkan rute yang paling tepat menurutku.

Okelah kita berangkat dengan rute tercepat tanpa banyak lampu merah dan kemacetan menghadang.

Selama perjalanan, kita tidak banyak bicara. Emang seperti itu prosedurnya. Aku sendiri juga tak akan ngajak ngobrol pelanggan duluan. Mungkin hanya pertanyaan tentang alamat tujuan ataupun hal yang bersangkutan dengan orderan.

Namun setelah setengah perjalanan, pelanggan tersebut membuka percakapan denganku. Banyak sih yang kita obrolkan, salah satunya adalah pertanyaan “biasanya ngengojek sampai jam berapa mas?”.

Nah dari pertanyaan inilah, banyak pelanggan-pelangganku yang pada akhirnya kepo untuk terus meng-interviewku sepanjang perjalanan dengan berbagai pertanyaan lainnya. Bahkan ada yang pakai curcol masalah kehidupannya pula hahaha.

Singkat cerita, pelanggan ini sebenarnya bertujuan ke Malang, namun sebelumnya dia ingin mengambil sesuatu di rumah tantenya. Nah tujuan antar di orderan yang aku dapat adalah rumah tante nya.

Dia menawarkanku untuk mengantarkannya ke Malang secara offline (di luar aplikasi) seusai sampai di rumah tantenya. Pucuk dicinta ulam pun tiba.

Aku mah senang banget, bisa dapat satu order namun rasa 10 orderan. Aku mengantarkan dia ke Malang dan mendapat imbalan 120.000 setelahnya. Akhirnya aku tidak hanya pulang ke rumah membawa cerita saja namun juga dengan senyuman lebar.

#3. Manisnya Rating Dari Pelanggan Yang Puas

Fitur penilaian pelanggan di aplikasi Grab driver

Masih menyambung di cerita sebelumnya, setelah menyelesaikan antar ke Malang aku segera kembali ke kota ku. Sebelum pulang aku menyempatkan membelikan sesuatu untuk anak-anak dari hasil keringatku hari ini.

Capek rasanya melakukan perjalanan kurang lebih 200 km hari ini. Namun rasa capekku hilang setelah melihat penilaian dari pelanggan yang merasa puas dengan pelayananku hari ini.

Oh iya, pelanggan ojek online itu bisa memberikan feedback kepada drivernya loh. Mungkin bagi pelanggan, memberikan rating dan komentar itu bukanlah suatu hal yang besar. Namun bagi driver, penilaian pelanggan itu penting sekali.

Penilaian pelanggan bisa berdampak besar bagi drivernya. Penilaian yang baik akan membuat performa mitra driver membaik. Hal ini bisa mempengaruhi peningkatan orderan untuk hari esok maupun hari berikutnya.

Begitupun dengan penilaian yang buruk dari pelanggan, tentu juga akan berdampak buruk bagi mitra driver. Tidak hanya menyoal menurunnya orderan yang didapatkan hari berikutnya, penilaian buruk juga berimbas pada nasib kemitraan drivernya.

Misalnya saja pelanggan mengaduhkan perihal pelayanan yang buruk dari mitra driver, maka bisa jadi pihak aplikator ojek online akan memutus kemitraan driver tersebut. Maka dari itu penilaian pelanggan begitu krusial bagi mitra ojek online.

Begitupun untuk penilaian kali ini. Aku sangat senang karena tidak hanya soal rating, pelangganku juga memberikan komentar serupa doa kepadaku.

Mungkin karena aku sedikit curhat perihal sulitnya mendapatkan orderan kepada pelanggan sewaktu dalam perjalanan, jadinya komentarnya mendoakan supaya aku dapat banyak orderan. Dan aku harus berterima kasih atas itu.

Bagiku tak ada yang lebih menyenangkan dari pada kepuasan pelanggan. Apalagi kalau kepuasaan pelanggan menghasilkan doa yang baik untukku. Alhamdulilah.

***  

Mungkin 3 hal di atas yang bisa mewakili tentang hal-hal yang menyenangkan yang terjadi di bulan Februari. Meskipun definisi tentang menyenangkan di atas hanya aku prioritaskan tentang ojek online.

Yah gimana lagi. Blog ini memang membahas tentang ojek online bukan?

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

9 comments for "(Kisah Ojol) Kesabaran Yang Berbuah Manis"

  1. Komen dari orang lain emang kayak moodbooster sihh.

    Semangat kerja kakak

    ReplyDelete
  2. Sebagai customer setia ojol, saya ikut senyum sumringah nih baca cerita Mas Ainur. Kebetulan sebelum pandemi, saya lumayan sering naik grabbike karena sekalian antar anak sekolah. Lucunya, saya malah lebih sering dengar curhatan driver hahahaha. Tapi ya senang-senang aja sih, sebagai blogger/penulis, mendengar cerita orang lain itu seperti mendapat harta karun.

    Turut senang atas rezeki yang Mas dapatkan. Semoga berkah selalu ya! Sukses! 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah benar kak, kebanyakan artikelku juga terinspirasi dari curhatan ojol lainnya πŸ˜…πŸ˜…

      Delete
  3. Lah saya baru tau itu Kakashi Sensei ternyata kerjaan sampingannya selain jadi Shinobi juga jadi driver ojol :D lucu amat gambar pembukanya!

    Saya belum pernah nih naik ojek online sama sekali, karena baru-baru aja unduh aplikasi Gojek ini rencananya buat salah satu cara pembayaran investasi di Bibit. Tapi kalau numpang Gocar pernah karena sepupu saya mau wisuda dia pesan Gocar ke lokasi wisudanya di Bukit Jimbaran. Semangat terus ya mas Ainur!

    ReplyDelete
  4. Hi mas Ainur, salam kenal, terima kasih sudah join CR Challenge 😁

    Saya ikut senang dengan kebahagiaan yang mas dapatkan. Meski ada dukacita pula yang mas rasakan. Semoga tantenya mas Ainur dapat tempat terbaik di sisi-Nya.

    Ohya, saya baru tau, begitu rupanya sistem ojol. Mungkin tujuannya agar para driver selalu aktif dan bersemangat kerja agar bisa terus dapat orderan πŸ™ˆ hehehe. Eniho, selama ini, saya lumayan sering pakai ojol untuk pesan makanan dan saya pribadi merasa memberikan rating plus komentar itu punya good effects untuk para drivers. Dan ketika membaca tulisan mas Ainur, ternyata dugaan saya tepat hehehe. Karena saya jadi tau dari sudut pandang driver-nya langsung πŸ˜†

    Semoga ke depannya, meski mas Ainur hanya ojol saat weekend, mas bisa pulang bawa cukup banyak uang yaaaa. Sukses dan lancar selalu, mas πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin kak ☺️
      Semoga rezeki ka ano juga di lancarkan juga

      Delete
  5. Halo mas Ainur, salam kenal. Kalau aku nggak baca blog ini kayaknya nggak bakal tau kalau orderan masuk itu tergantung "kerajinan" ngojol drivernya. :(
    Semoga rezekinya lancar terusπŸ’ͺ rezeki mas Ainur dan rezeki kita semua di masa sulit seperti iniπŸ’ͺπŸ’ͺ
    Oh jadi komentar dari pemesan tuh masuk beneran ya? *YAIYA* oke jadi makin semangat aku ngetik komen kalau ngasih rating🌸

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang seperti itu kak. Kak endah bisa memberikan pesan ataupun kesan kepada driver melalui kolom komentar rating tersebut.

      Delete