Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Aku Masih Saja Menjadi Tukang Ojek Online?

Mengapa Aku Masih Saja Menjadi Tukang Ojek Online?

Bro, Gajinya nggak cukup ta buat makan, kok masih ngegojek?

Sempat kesal sih saat pertama kali mendapat pertanyaan seperti itu dari sesama driver online. Aku tahu itu hanya pertanyaan candaan, namun bisa juga mengisyaratkan hal yang lain. 

Tidak hanya aku, mungkin sebagian driver online yang posisinya sama sepertiku juga pernah mendapatkan pertanyaan serupa.

Yah gimana lagi, hadirnya mitra ojek online lain dalam satu wadah (basecamp) tentu akan menambah daya saing dalam perebutan orderan. Semakin banyak mitra driver dalam satu basecamp, maka semakin kecil pula potensi mendapatkan orderan.

Apalagi kalau seandainya mitra driver yang menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan justru berkali-kali dapat orderan. Pasti mitra ojek online lainnya akan membicarakan mitra driver sampingan ini. 

Bahkan ada juga yang menyuruhnya pindah tempat hanya karena driver lainnya belum kebagian orderan.

Adakah mitra driver seperti itu? Yang tega mengusir driver lain hanya karena dapat orderan lebih banyak?

Tentu ada.

Karena sering pindah-pindah basecamp dan mengamati berbagai driver, aku jadi sedikit tahu bahwa ada jenis-jenis driver yang sering jadi bahan pembicaraan driver lain. Jenis driver tersebut antara lain :
  1. Driver perantauan dari daerah lain yang menetap untuk bisa onbid tiap hari

  2. Driver yang kurang ramah dengan driver lainnya

  3. Driver yang sok banget

  4. Driver yang sering dapat orderan berkali-kali

  5. Driver sampingan (pekerja yang memililiki gaji namun masih ngengojek)
Aku sih tidak pernah tau seperti apa pembicaraan soal diriku dari driver lainnya. Tapi dengan mendengar pembicaraan mereka soal driver lain yang posisinya sama sepertiku, jadi aku beranggapan aku juga jadi bahan pembicaraan yang sama saat aku tidak berada di tempat tersebut.

Anggapanku pun makin diperkuat disaat aku mengunjungi basecamp dan mendapati pertanyaan seperti di atas.

Alih-alih kesal, aku justru menjawab pertanyaan tersebut dengan hal yang bisa menyebalkan mereka. Misalnya “Iya nih, butuh uang buat beli pizza untuk anak-anak” atau “iya nih, istri lagi butuh gelang emas baru. Ada yang mau ngutangin nggak?”.

Namun untuk diusir dari basecamp, aku belum pernah mengalaminya. Soalnya aku jarang dapat orderan, apalagi sampai berkali-kali mengalahkan driver lainnya.

Lantas, untuk alasan apa aku tetap menjadi driver ojek online? Selain sudah punya gaji tetap, orderan ojek online juga jarang masuk ke aplikasi driverku mengingat kinerjaku yang sangat tidak maksimal.

Alasan Tetap Jadi Tukang Ojek Online Meskipun Sudah Punya Pekerjaan Lain

Mengapa Aku Masih Saja Menjadi Tukang Ojek Online?

#1. Dasar Ojek Online Itu Mitra Bukan Karyawan

Alasan awal aku memutuskan daftar ojek online adalah karena sistem kerjanya sendiri tidak mengharuskan mitranya untuk aktif tiap hari. Tidak ada target khusus yang harus dipenuhi dan kerjanya disaat kita sudah siap untuk narik.

Bahkan saat pendaftaran dulu, pihak aplikator sendiri mendukung penuh tentang ojek online itu sangat cocok sekali buat pekerjaan sampingan. Jadi jika ada driver yang mempertanyaan status kita sebagai karyawan tapi tetap ngengojek, mungkin dia driver tukang iri.

Padahal untuk sistem ojek online yang sekarang, Mitra yang jarak aktif akan sulit dapat orderan. Lantas apa yang kalian irikan dengan hal ini?

Berbeda saat tahun 2018 dulu. Yang mana tiap driver akan mendapatkan orderan dari titik terdekat sebagai acuan mendapatkan orderan. Sedangkan untuk sistem sekarang, titik terdekat bukan jadi acuan utama, melainkan kerajinan dan kaktifan mitra yang paling penting dalam mendapatkan orderan.

Tapi bagiku, mau sistem lama atau tidak, kalau aku lagi ingin ngengojek, maka ngengojek. Mau dapat sedikit orderan maupun tidak dapat sama sekali, ya udah. Mungkin hari ini bukan rezekiku. Simpel kan 😂😂

#2. Mencari Kesenangan di Luar Zona Nyaman

Bagiku, ojek online itu semacam sebuah kesenangan di luar zona nyaman. Saat jadi tukang ojek online, aku sedikit lebih bebas dalam banyak hal.

Misalnya kalau lagi libur di rumah, rutinitasku paling nonton televisi ataupun menjaga anak-anak di rumah. Nah kalau saat ngengojek, banyak hal yang aku ingin lakukan yang tidak bisa aku lakukan saat di rumah.

Misalnya saja soal menikmati secangkir kopi dan rokok. Saat di rumah aku tidak bisa menikmati hal ini. Selain istriku membenci rokok, aku juga tidak menyukai keluargaku ikut mendapat efek buruk dari rokok saat aku merokok di rumah.

Menjadi ojek online juga membuatku mempunyai wawasan yang luas perihal lokasi-lokasi restoran maupun kedai yang layak untuk dinikmati makanannya. Jadi saat aku menemukan lokasi yang tepat dan rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba makanan di sebuah kedai, maka aku akan mengajak sekeluarga untuk menikmati makanan di kedai itu bersama-sama.

#3. Ngopi Asik Dan Menghasilkan

Mengapa Aku Masih Saja Menjadi Tukang Ojek Online?

Tau tidak, kenapa kopi itu paling nikmat saat diseduh di sebuah warung kopi?

Bagiku membuat kopi sendiri itu rasanya kurang nikmat, ada hal yang kurang. Selain karena aku tidak bisa merokok saat di rumah, menikmati kopi sendirian itu kurang menggugah selera.

Kopi itu paling nikmat saat dinikmati sambil ngobrol ringan antar teman atau sekeluarga. Karena keluargaku tidak menyukai kopi, jadi aku putuskan untuk menikmati kopi dengan teman-teman. Untuk saat ini, teman-temanku yang bisa aku jangkau hanya teman ojek online ini.

Lagian saat menjadi tukang ojek online, tempat ngopi yang sebelumnya hanya untuk menikmati kopi dan renyahnya obrolan, kini bisa menjadi tempat yang menghasilkan. Asik bukan?

#4. Sambil Ngegojek dan Cari Bahan Artikel Blog

Dari sekian artikel di blog ini, banyak ide-ide cerita yang aku dapatkan saat bersama teman-teman driver online. Sumber idenya bisa dari mana saja, terkadang dari pengalaman pribadi, cerita sesama driver maupun dari pelanggan ojek online.

Tidak hanya untuk blog kisah ojol ini aja sih, terkadang pengalaman lain juga aku tulis di blogku yang lain. Kalau kalian mau kunjungi blogku yang lain bisa kunjungi di penadiri.com.

Sesuai namanya, blog Penadiri ini aku manfaatkan semacam diari gitu. Jadi banyak artikel di blog tersebut yang mengandung unsur curhat 😁😁.


Begitulah 4 alasan kenapa aku masih saja menyukai pekerjaan menjadi tukang ojek online, padahal aku juga seorang karyawan yang mendapatkan penghasilan tetap tiap bulannya. Intinya ini bukan perihal penghasilan, tapi lebih tepat untuk sebuah kesenangan dan hiburan di luar zona nyaman.

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Mengapa Aku Masih Saja Menjadi Tukang Ojek Online?"