Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ojol – Tak Kunjung Disiapkan Ternyata Dilupakan

Kisah Ojol – Tak Kunjung Disiapkan Ternyata Dilupakan

Seringkali disetiap hari gajian, aku dan istri melakukan wisata kuliner di sekitar kota kelahiranku. Mencoba menu makanan yang lagi happening itu sesuatu banget. Apalagi selama jadi driver online, aku sedikit paham berbagai lokasi resto baru yang menyajikan menu makanan yang menarik untuk dicicipi.

Seperti biasa, setelah belanja keperluan bulanan, kita menyempatkan diri untuk diner seperti saat pacaran dulu. Berduaan tanpa mengajak anak-anak, egois banget yah sepertinya. Namun bukan seperti itu adanya.

Aku biasanya mengajak anak-anak makan di luar rumah sekalian jalan-jalan pas pagi atau siang hari. Selain anak-anak mengantuk kalau diajak malam hari, juga sedikit ribet kalau bawa anak-anak sembari belanja bulanan.

Nah waktu itu ada satu kedai yang ingin sekali kita kunjungi. Kedai yang baru buka dan terlihat cukup ramai ketika beberapa kali aku melewati kedai tersebut. Kedainya mengusung tema Steak bowl sebagai menu makanannya.

Untuk tempatnya sendiri menurutku cukup nyaman, hanya saja sedikit panas karena kurangnya ventilasi maupun tidak adanya pendingin ruangan. Mengingat kita mau makan steak yang sangat nikmat kalau dinikmati saat panas, jadi suasananya kurang mendukung aja kalau tidak ada pendinginnya.

Karena kita makan steak yang notabennya cara masaknya dengan dibakar, jadi aku cukup memaklumi kalau untuk menghidangkan makanannya ini sedikit lebih lama dari pada makanan pada umumnya. Tapi kalau nunggu 1 jam makanan belum dihidangkan itu kebangetan.

Okelah kedainya memang cukup ramai sehingga butuh lama untuk menyiapkan makanan. Karena kita berdua, jadi menunggu selama apapun tak jadi masalah selama nunggunya dengan yang tercinta. Tapi masalahnya orang yang aku cintai ini kelaparan, aku jadi kesal.

Akhirnya aku berdiri dari tempatku duduk dan menghampiri kasir kedai. Dan ternyata pesananku tidak dibuatkan karena catatan pesanan dari kasir untuk juru masaknya hilang. Masak aku harus nunggu lagi?

Akhirnya aku dan istri memutuskan pesanannya dibungkus aja. Pengalaman pertama yang sangat buruk untuk kedai ini. Kalau ada penilaiannya, pasti aku akan berikan bintang 1 untuk kedai ini.

Walaupun saat pesanan diberikan, aku mendapat bonus french fries sebagai permintaan maaf. Sungguh makan steak dibawa pulang itu tidak elegan. Bagiku makan steak yang enak itu selagi masih mengepul, kalau dibawa pulang, rasanya sudah seperti masakan padang.

Tetap Positif Thingking Walau Sudah Nunggu Hampir 1 Jam Makanan Disiapkan, Eh Ternyata Aku Diabaikan

Kisah Ojol – Tak Kunjung Disiapkan Ternyata Dilupakan

Kejadian menunggu hingga 1 jam untuk makanan disiapkan juga pernah aku alami saat jadi driver online. Dapat orderan Food dengan membelikan 3 pesanan yang cara masaknya dibakar semua. Dan kebetulan juga kedainya juga rame dengan pelanggan.

Sesuai prosedur aku pesankan terlebih dahulu kemudian aku menunggu dengan sabar di pojokan kedai. Sambil nunggu aku hidupkan rokokku dan mulai main game untuk mengusir kejenuhan.

Cukup lama juga aku nunggu di kedai tersebut. Lalu aku tengok aplikasi ojek onlineku dan mendapati beberapa notifikasi chat pelanggan yang masuk. Dia tanya soal sejauh mana proses pesanannya. Lalu aku fotokan antrian pelanggan yang juga sedang menunggu giliran.

Tidak terasa aku menghabiskan 3 batang rokok, namun pesananku belum juga datang. Akhirnya aku tanyakan ke kasirnya. Dan ternyata sama seperti kasusku saat membeli makanan di kedai steak. Kasirnya lupa dengan orderanku.

Pengen marah dan ngumpat, namun aku mencoba tetap sabar. Terus aku tanyakan kembali ke kasirnya enaknya gimana? Kasirnya jawabnya enteng banget “Masnya nunggu lagi gak apa yah?”.

Anjay....

Kalau aku sih gak masalah nunggu, nah ini pesanannya pelanggan yang sedang kelaparan. Katerlambatan antar makanan seperti ini, sangat berdampak pada rating buruk pelanggan. Padahal ini jelas-jelas kesalahan kedai.

Aku tidak mau ambil pusing. Segera aku telpon pelanggan dan menyuruh kasir kedai tersebut untuk menjelaskan detail kronoloagi masalahnya. Tak lupa aku juga meminta maaf dan meminta bagaimana solusinya.

Akhirnya pelanggan mau menunggu pesanannya sedikit lebih lama. Dia juga memahami bahwa semua ini kesalahan kedai. Bahkan dia juga menawariku untuk cancel orderan jika aku keberatan menunggu lagi.

Tapi kan kalau sudah dipesankan dan sudah foto nota pembelian di aplikasi driver, orderan jadi tidak bisa dibatalkan. Maka dari itu aku juga tak punya alasan untuk bisa membatalkan orderan tersebut.

Akhirnya aku nunggu sekitar 20 menit lagi hingga pesanannya sudah siap semuanya.

Biarpun Kesal Harus Nunggu 1 Jam, Namun Dapat Pelanggan Yang Pengertian Itu Sesuatu Banget

Kisah Ojol – Tak Kunjung Disiapkan Ternyata Dilupakan

Sebelum berangkat antar pesanan, aku sedikit memberikan ceramah agama kepada kasir kedai tersebut. Aku jelaskan dampak dari kesalahan ini cukup fatal terhadap akun driver online, terutama jika pelanggan memberikan rating buruk. Dan kasir tersebut meminta maaf dengan sangat kepadaku.

Dalam hitungan menit aku sudah sampai ke lokasi pelanggan yang memang tidak begitu jauh dari lokasi kedai serta pelanggan juga memberikan catatan lokasi yang akurat. Aku bertemu pelanggan tersebut dan meminta maaf atas keterlambatannya.

Dia tersenyum sambil menerima bungkusan makanan yang aku berikan. Bahkan dia memberikan satu lembar uang 10.000 kepadaku. Aku kaget dong, soalnya sebelumnya akus udah cek bahwa pembayarannya menggunakan metode non tunai.

“Pembayarannya sudah pakai Gopay kok kak?” aku mengembalikan uang 10.000 tersebut kepadanya. “itu untuk mas. Anggap saja itu untuk uang ganti waktu tunggu” Jawabnya.

Dia juga meminta maaf dan berterima kasih mau pesankan makanan hingga larut malam. Waktu itu memang sekitar jam 10 malam aku mendapatkan orderan tersebut. Karena kelamaan di kedai akhirnya aku sampai di lokasi pelanggan sekitar jam setengah 12 malam.

Aku biasanya jarang onbid sampai malam, namun saat itu memang sedang menunggu 1 orderan terakhir agar memenuhi syarat cairnya insentif harian (tupo = tutup poin).

Yang tadinya kesal karena diabaikan oleh kedai, kini aku bisa tersenyum lebar karena sudah dapat insentif harian plus tips 10.000 di orderan terakhir hari itu.

Kalau kalian, pernah tidak mengalami hal serupa dengan masalahku? Kalau punya, bisa banget diceritakan di kolom komentar.

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Kisah Ojol – Tak Kunjung Disiapkan Ternyata Dilupakan"