Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sepi Orderan Gara-gara Akun Gojek Harga Satu Juta Rupiah


Kemarin kembali lagi aku nyobain sensasi jadi driver ojek online setelah dua minggu lebih tidak aktif. Rasanya tetap masih sama seperti biasanya, jadi penunggu warung kopi hehehe.

Namun kali ini aku tidak sendiri, melainkan ada beberapa rekan driver yang mengalami sepi orderan alias gagu hingga waktu yang cukup lama. Kita sama-sama nongkrong sejak pukul 8 pagi, namun hingga pukul 10 siang, tidak ada orderan yang masuk di aplikasi kita.

Ada sih beberapa driver yang dapat orderan, namun katanya dalam seminggu ini memang susah sekali dapat orderan. Terutama saat ada sekitar 30 driver Gojek baru yang mulai mengudara di daerahku.

Bukan orderannya yang sepi, melainkan orderannya disambar oleh driver-driver baru dengan akun satu juta rupiah” Kata salah satu rekan driver.

Aku sedikit mengeryitkan dahi saat mendengarkan ucapan seperti itu. Pikirku, akun satu juta itu adalah akun joki. Akun joki adalah mitra driver yang menggunakan aplikasi ojek online yang dia dapat dari meminjam akun maupun membeli akun.

Biasanya harga akun ojek online itu dibandrol satu juta, bahkan bisa lebih tergantung dari negosisasi antara pemilik dan pembeli.

Bagiku yang sudah lama tenggelam di dunia ojek online, jual beli akun merupakan hal biasa terjadi di dunia ojek online. Namun dalam satu tahun belakangan ini, aku kira akun joki sudah mulai ditinggalkan semenjak adanya fitur verifikasi wajah.

Meskipun aku juga tahu bahwa ada banyak cara untuk mengakali fitur verifikasi wajah, namun aku rasa akun joki seperti itu sedikit ribet saat memakainya. Belum lagi waktu permintaan verifikasi wajah ini tidak bisa diprediksi.

Tidak hanya sekali, bahkan dalam sehari bisa saja permintaan verifikasi wajah dilakukan sebanyak 3 kali. Semacam minum obat gitu.

Ternyata bukan akun joki seperti itu yang dimaksud dengan akun satu juta. Melainkan mitra driver yang baru daftar sebagai ojek online dan harus bayar 1 juta untuk persyaratan pendaftarannya.

Ini lebih gila lagi.

Dulu sewaktu awal pendaftaran, aku tidak dibebani hal semacam itu oleh pihak Gojek maupun Grab. Bahkan untuk membeli atribut dan helm, pihak aplikator memberikan jangka waktu satu minggu untuk memberlakukan cicilan harian selama 40 hari.

Satu juta itu untuk pendaftarannya aja loh, cicilan atribut dan helm masih dikenakan biaya juga

Jadi, untuk pendaftaran jadi mitra, setidaknya kena biaya 1,5 juta beserta atributnya. Angka yang sangat luar biasa bagiku.

Langsung timbul pertanyaan dibenakku “Apakah pihak Gojek sudah sangat merugi sehingga membebani mitra barunya dengan bandrol segitu untuk jadi mitra?

Aku rasa tidak demikian. Mungkin ada pihak ketiga dan keempat yang mengambil untung dari situasi seperti ini. Namun selama mitra drivernya mau membayar, aku rasa tidak ada yang akan dirugikan. Cuma sangat disayangkan aja kalau harus dengan harga segitu untuk pendaftarannya.

Tapi tidak rugi juga, toh driver baru itu bisa dapat prioritas orderan meskipun riwayat akun masih nol

Lagi-lagi aku jadi penasaran untuk mengulik lebih dalam. Banyak pertanyaan dalam benakku “benarkah driver baru itu bisa dapat orderan”. Harusnya kan sistemnya lebih mengutamakan riwayat dan kinerja mitranya, kok bisa jadi seperti itu.

Buktinya driver baru itu bisa dapat lebih dari 20 orderan dalam sehari, bahkan ada yang sampai di angka 30 orderan. Kita yang sudah lama dan mempunyai riwayat order lebih banyak, untuk mendapat 15 orderan sehari aja susah sekali tercapai” jelas rekan driver yang membeberkan beberapa bukti yang ditemukannya saat menanyai driver baru.

Aku jadi membisu sekaligus penasaran. Penasaran apakah memang kejadiannya seperti itu. Aku jadi ingin mewancarai driver baru dengan akun satu juta itu.

Namun sekali lagi, waktu yang aku punya jadi driver ojek online terhenti di jam 12 siang yang menandakan waktu untuk pulang. Jadi aku tidak bisa mendengarkan cerita-cerita itu lebih lanjut.

Penasaran sih untuk mencari kebenarannya secara langsung. Namun aku harus pulang dengan membawa hasil 1 orderan saja siang itu. Sebuah hasil pendapatan yang masih tidak cukup untuk membayar 3 gelas kopi yang sudah aku seduh sedari pagi.

Bukan berarti gara-gara akun satu juta yang membuatku cuma dapat 1 order saja, namun memang biasanya sudah seperti itu. Keaktifan adalah faktor utamanya, selebihnya memang rezekiku hari itu hanya dapat 1 order saja.

Keep positif and be happy
Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Sepi Orderan Gara-gara Akun Gojek Harga Satu Juta Rupiah"