Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Suka Duka Menjadi Seorang Driver Ojek Online Wanita (Ladyjek)

Suka Duka Menjadi Seorang Driver Ojek Online Wanita (Ladyjek)
Image Source : gridoto.com
Bukan hal baru lagi bahwa pekerjaan ojek online itu tidak hanya digeluti oleh kaum pria saja, tetapi tidak sedikit juga kita temui sosok ojek online wanita atau sering disebut ladyjek.

Banyak alasan yang membuat seorang wanita menggeluti pekerjaan ojek online ini. Selain memang terpaksa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, ada juga yang hanya menjadikan pekerjaan ojol ini sebagai tambahan penghasilan sepertiku.

Seperti salah satu teman ojol di wilayahku, Annisa. Dia merupakan mitra Grab yang tidak sengaja aku kenal setahun belakangan ini. Pertemuan kita berawal dari dia mendapatkan orderanku untuk membelikan makanan.

Karena penasaran, akhirnya aku share di WAG ojol untuk tau dia lebih dalam. Ternyata dia merupakan anak dari teman dekat sewaktu aktif ngegojek dulu.

Setelah beberapa bulan pasca pertemuan sebagai pelanggan dan driver ojek online, barulah kita bertemu di salah satu basecamp ojol di wilayahku. Akhirnya kita bercerita dimulai dari menanyakan kabar ayahnya.

Pertemuan kita semakin sering terjadi saat awal pandemi tahun lalu. Aku yang terpaksa jadi driver penuh waktu karena pekerjaan utamaku diliburkan untuk sementara waktu. Cukup akrab sih, dia juga orangnya simple dan mudah berteman dengan banyak orang.

Sebenarnya sejak lama aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya, namun baru-baru ini kesampaian. Aku ingin sekali menanyakan suka duka dia saat menjadi ladyjek, dan alhamdulilah dia mau aku wawancarai.

Di bawah ini sesi wawancaraku dengan Annisa selaku mitra driver Grab cewek.

Suka Duka Menjadi Seorang Driver Ojek Online Wanita (Ladyjek)

1. Apa yang membuatmu memutuskan jadi ojek online?

Simple sih, aku memutuskan jadi ojek online karena ingin bantu keuangan suami. Selain itu bisa buat beli skincare sendiri. Tau sendiri kan, biaya skincare cewek itu mahal hihihihi.

Pekerjaan ojek online itu mengasikkan. Kita tidak terikat dengan waktu kerja seperti pekerjaan pada umumnya. Kalau sedang mood bagus, yah keluar ngegojek. Selain cari tambahan uang, sekalian jalan-jalan. Enak kan?

2. Bagaimana reaksi keluarga saat kamu memutuskan jadi ojek online?

Awalnya, suami pernah melarang aku jadi ojek online. Salah satu alasannya adalah karena aku (cewek) harus kerja di jalan. Belum lagi resiko kecelakaan dan tindak kriminal yang bisa saja terjadi pada kaum hawa saat melakoni pekerjaan ini.

Sedangkan Alm ayahku justru mengizinkanku jadi ojol. Selain beliau tahu bahwa aku sangat suka kerja di jalan, pekerjaan ojol ini juga tidak terikat waktu. Jadi bisa bersama keluarga kapanpun aku mau.

3. Kalau reaksi tetangga sekitar bagaimana?

Entahlah. Pasti ada pro dan kontra dengan pandangan tetangga perihal aku menjadi ladyjek. Namun ada beberapa yang memberi tanggapan bahwa aku itu cewek tangguh yang siap di segala medan.

4. Punya cerita duka saat jadi ojek online tidak?

Dukanya itu saat orderan sepi. (Siapa juga yang tidak sedih kalau tidak dapat orderan)

Maksudnya cerita semisal dapat orderan fiktif, dikerjai pelanggan ataupun mendapat perlakukan tidak mengenakkan dari pelanggan.

Sejauh ini, Alhamdulillah belum pernah diperlakukan secara tidak mengenakkan. Kalau order fiktif sih pernah, tapi hal itu sudah bukan hal baru bagi ojek online.

5. Pernah tidak dicancel secara sepihak oleh pelanggan karena kamu seorang cewek sebagai drivernya?

Pernah sih. Namun sebelum aku mengerjakan orderan, terutama ride. Aku biasanya konfirmasi ke pelanggan terlebih dahulu bahwa aku seorang driver cewek. Jika pelanggannya mau, yah aku jemput.

Pelanggan yang cancel itu kebanyakan cowok atau cewek?

Kebanyakan sih cewek. Entah apa alasannya, mungkin pelanggan tersebut punya alasan tersendiri semisal cowok itu lebih piawai dalam berkendara dari pada cewek. Jadi pelanggan tersebut memutuskan untuk cancel dan cari driver lain.

Kalau pelanggan cowok bagaimana?

Pernah sih dicancel sama pelanggan cowok, tapi sangat jarang. Malahan banyak pelanggan cowok yang menawarkan diri untuk bonceng dengan alasan kasihan karena aku cewek.

Kalau digoda pelanggan cowok, pernah tidak?

Alhamdulillah tidak pernah. Selama ini, aku dapat pelanggan cowok yang sopan-sopan dan baik-baik.

Kebanyakan yang goda sih sesama driver lainnya, namun aku tau itu sebatas guyonan aja.

6. Kalau pengalaman sukanya jadi ojek online cewek yang tidak akan pernah dialami oleh driver cowok itu apa?

Salah satunya yah diboncengin sama pelanggan. Lalu jadi driver ojek online cewek itu juga sering sekali dapat tips banyak dari pelanggan. Apalagi aku pernah dipuji oleh seorang pelanggan bahwa aku itu jadi ojol yang serba bisa, tidak kalah dengan para cowok.

Dikalangan driver juga banyak yang baik sama aku. Katanya, aku jadi penyegar suasana yang biasanya diisi oleh kaum pria. Tak jarang aku dapat traktiran dari mereka.

7. Kalau boleh tahu, apa harapan kamu ke depan perihal aplikasi ojek online. Terutama menyoal mitra driver cewek sepertimu?

Harapanku sih simple, orderannya tambah rame, itu saja.

Yah kalau tambah rame mah tergantung pelanggannya tambah banyak atau tidak. Maksudku, pembaruhan apa yang kamu inginkan biar kamu lebih bersemangat jadi driver ojek online?

Inginnya sih gitu, pihak aplikator memberikan prioritas kepada mitra driver cewek. Mungkin seperti dapat swadaya voucer dan diskon untuk beli skincare. Ataupun diberikan fitur insentif khusus kepada mitra driver cewek.

Misalnya seperti aku yang juga seorang ibu rumah tangga. Aku tidak bisa berangkat pagi sekali, biasanya aku baru onbid sekitar jam 10 siang. Nah dalam hal ini, aku susah sekali mengejar target poin insentif. Apalagi aku juga jarang sekali onbid saat malam yang cukup rentan bagi kaum hawa.

Misalnya ada perlakukan khusus agar mitra driver cewek dapat insentif dengan persyaratan yang berbeda dengan mitra driver cowok, aku rasa itu sangat membantu sekali.

8. Menurut Nisa, pengalaman berharga apa yang kamu dapat selama jadi ojek online?

Yang jelas selama jadi ojek online, aku jadi tahu banyak tentang daerah di wilayahku tinggal. Aku tahu letak-letak resto yang enak dengan harga terjangkau yang bisa aku nikmati dengan keluarga saat libur.

Menjadi ojek online juga bisa kenal banyak orang, tahu sifat dan karakter orang yang berbeda-beda. Terkadang ada pelanggan yang minta foto juga. Menyenangkan deh pokoknya, apalagi kalau dapat banyak orderan hehehe.

Nah begitulah sesi wawancara dengan Nisa. Menurutnya, dia tidak pernah malu menjadi bagian dari ojek online meskipun dia seorang cewek. Selama itu halal dan suami mengizinkan, semoga keselamatan dan rezeki kita dilancarkan, Aamin.

Mau kepoin Nisa lebih lanjut, bisa banget follow aku tiktoknya di @fadilrizky5 

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Suka Duka Menjadi Seorang Driver Ojek Online Wanita (Ladyjek)"