Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ada Untungnya Juga Saat Pekerjaan Driver Ojek Online Itu Dipandang Sebelah Mata

Ada Untungnya Juga Saat Pekerjaan Driver Ojek Online Itu Dipandang Sebelah Mata
Kapan hari aku bahas tentang “tidak ada pekerjaan yang pantas dipandang sebelah mata”, terutama pekerjaan sebagai tukang ojek online.

Bagiku, seremeh apapun pekerjaannya, ada waktu dan tenaga yang dikorbankan di dalamnya. Ada tanggung jawab dan beban hidup yang selalu diperjuangkan dengan sekuat tenaga. Jadi tak ada alasan bagi kita untuk meremehkan pekerjaan seseorang.

Setelah artikel tersebut aku publish, aku juga share di sosial mediaku. Ada beberapa tanggapan dari netizen, terutama saat aku share di WAG ojol. Banyak yang mengapresiasi tulisanku yang itu, namun ada satu teman yang sedikit kontra dengan hal tersebut.

Bukan tidak setuju sih, hanya saja dia beranggapan saat pekerjaan sebagai ojek online itu diremehkan ada hal lain yang ditonjolkan. Terkadang dia merasa diuntungkan saat pekerjaan sebagai ojol ini dipandang sebelah mata, misalnya soal pemberian tips dari pelanggan.

Mungkin bukan diremehkan atau dipandang sebelah mata, namun lebih mengarah pada rasa kasihan sebagai sesama manusia. Karena hal tersebut, dia menceritakan kepadaku kalau dia sering mendapat tips karena kasihan dengan pekerjaannya.

Pengalaman pribadi sih, terkadang banyak dari pelanggan penasaran dengan kisah kita saat jadi driver ojek online. Mereka penasaran tentang pendapatan kita perharinya, terkadang ada juga yang tanya soal kehidupan pribadi kita, semisal punya keluarga atau hal lainnya.

Bagiku, ketika ada pelanggan yang suka kepo seperti itu, aku sangat antusias untuk bercerita kepadanya. Terkadang aku menyembunyikan statusku sebagai karyawan, dan hanya menceritakan soal ojek online saja.

Apalagi di sistem ojek online dan pandemi seperti sekarang, cerita tentang dilema ojek online sangat berhasil sekali menggugah rasa iba seorang pelanggan. Jadi tak jarang juga aku mendapatkan tips setelah bercerita seperti itu kepada pelanggan.

Sebenarnya bukan maksud untuk mengeluh juga sih, hanya saja aku ingin menceritakan sisi lain dari perjuangan kita sebagai ojek online sebelum mendapatkan orderan. Selain biar pelanggan tidak semena-mena dengan para driver, juga agar pelanggan mengerti benar posisi kita itu sepeti apa di jalanan.

Ada kalanya kita harus nunggu berjam-jam di warung kopi untuk satu orderan, baru dapat eh malah di cancel. Ada kalanya juga kita harus jemput pelanggan yang jaraknya tidak masuk akal, baru sampai di lokasi malah di cancel karena kelamaan.

Padahal kita sudah berjuang untuk tetap semangat jemput pelanggan meskipun jaraknya kebangetan (karena sistem tidak berpatokan pada lokasi terdekat lagi), hanya saja pelanggan sendiri yang terkadang kurang mengerti posisi kita.

Namun hal wajar juga sih, kalau pelanggan cancel orderan. Selain memang kelamaan, tak semua pelanggan memiliki waktu tunggu. Bisa jadi pelanggan tersebut memang terburu-buru pergi ngantor. Yang salah memang sistemnya, hahaha.

Terlepas dipandang sebelah mata atau tidak, bagiku pekerjaan ojek online itu tetap layak untuk diminati ke depannya. Selain memang pekerjaannya santai dan tidak terikat waktu, jika lagi hoki, kita bisa dapat pendapatan yang melebihi gaji perhari seorang karyawan pabrik.

So, masih memandang rendah pekerjaan ojek online?

Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Ada Untungnya Juga Saat Pekerjaan Driver Ojek Online Itu Dipandang Sebelah Mata"