Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Curhatan Driver Ojol Ini Bikin Kita Sadar Untuk Jangan Lupa Bersyukur

Curhatan Driver Ojol Ini Bikin Kita Sadar Untuk Jangan Lupa Bersyukur

Hai, kembali lagi di KisahOjol.com. Blog yang membahas tentang informasi menarik tentang ojek online. Dari kisah receh, drama ojek online serta tutorial dan tips seputar ojek online.

Sebenarnya aku tidak punya ide untuk nulis sesuatu di blog ini. Kalian bisa lihat artikel terakhir yang aku publis itu sekitar tanggal 5 Juli. Jadi sudah lebih dari satu bulan aku tidak menulis di blog ini.

Alasannya memang banyak pekerjaan lain yang mengharuskan aku mengabaikan blog ini. Selain itu, beberapa minggu yang lalu aku juga terkena demam hingga harus istirahat 2 mingguan di rumah. Aku juga hampir dua bulan ini tidak pernah aktif ngegojek.

Makanya aku jadi tidak memiliki kisah yang ingin aku ceritakan di blog ini. Namun kemarin aku dapat sebuah cerita yang menarik yang dishare di WAG ojek online. Jadi sangat disayangkan kalau tidak disebar luaskan juga di blog ini.

Selain kisahnya menarik, banyak pelajaran pula yang bisa kita ambil hikmahnya dari cerita ini. Yuk simak cerita lengkapnya.

Jangan Lupa Bersyukur, Karena Selalu Ada Hikmah Disetiap Rencana-Nya

Curhatan Driver Ojol Ini Bikin Kita Sadar Untuk Jangan Lupa Bersyukur

Pagi itu aku tergesa-gesa mengejar jemputan, tetapi terlambat bisnya sudah terlewat jauh. Akhirnya aku memutuskan untuk memesan ojek online saja.

Beberapa menit kemudian datanglah ojol yang aku pesan.

Maaf mbak agak telat” ucapnya sopan. Sambil menyerahkan helm padaku.

Tidak apa-apa, Pak. Masih pagi kok, saya ketinggalan jemputan tadi.

Loh berarti saya harus ngebut ini, Mbak ?

Nggak usah, Pak, perjalanan motor cuma dua puluh menitan kok, masuk jam tujuh sekarang baru jam enam, hati-hati saja, Pak.

Iya, Mbak, maaf ya tadi saya agak lama, lagi tanggung jemur, kasihan istri saya udah nyuci banyak jadi saya bantu dulu.

MasyaAlloh” Aku merespon pembicaraan bapak ojol setelah kami dalam perjalanan.

Mbaknya kerja di PT sudah lama ?

Kebetulan sudah lama, Pak,” jawabku sopan.

Saya juga dulu kerja di PT sebelum di PHK.

Oh ya, berarti sekarang bapak jadi ojol karena di PHK ?

Kurang lebih seperti itu, awalnya berat karena biasa gajian, sekarang saya harus mencari setiap hari, tetapi lama kelamaan saya merasa nyaman, walaupun saya harus berlelah-lelah di jalan agar anak dan istri saya tetap makan, banyak sekali hikmahnya.

Hikmah? Hikmah seperti apa yang bapak maksud, kan tadinya enak kerja di dalam gedung, setiap bulan gajian, sekarang kerja di jalan, nggak ada yang kasih gaji ?” tanyaku mulai tertarik.

Waktu kerja di PT saya bersyukurnya hanya sebulan sekali, Mbak. Yakni saat gaji saya turun saja. Tetapi sekarang saya bersyukur bisa setiap hari bahkan setiap kali ada orderan masuk saya selalu tidak sadar mengucap Alhamdulillah.”

MasyaAlloh.”

Makjleb sekali kata-kata bapak itu. Memang benar, anak PT bersyukurnya hanya saat gaji turun. Tiga hari kemudian sudah mengeluh lagi gaji habis.

Waktu kerja PT saya selalu berangkat meninggalkan anak dan istri dengan sombong, tanpa berdo'a dan minta dido'akan. Sekarang saya bisa membantu pekerjaan istri pagi hari sebelumnya berkeliling serta berdo'a setiap hari.

Berdo'a apa, Pak?

Ya setiap hari berdo'a semoga orderan banyak, semoga lancar dan saya juga minta dido'akan istri dan anak-anak. Itu berlangsung setiap hari, selalu butuh Alloh beda saat masih punya gaji, seperti tidak butuh Alloh, karena gaji itu sudah pasti.

MasyaAlloh.

Lagi-lagi aku tersindir, benar sekali, kami seperti lupa berdo'a dan bersyukur. Banyak yang memandang remeh orang yang tidak punya gaji, ternyata mereka lebih hebat. Lebih banyak syukurnya, lebih banyak sabarnya, lebih banyak doanya.

Setelah sampai, aku menyodorkan selembar uang merah.

Aduh Mbak maaf saya tidak ada kembalian, baru dapat orderan dari Mbak saja.

Tidak usah kembali, Pak, obrolan kita tadi lebih mahal dari selembar uang ini.

MasyaAlloh ini terlalu banyak, jangan dikasih bintang satu ya, Mbak ?

Saya kasih sepuluh bintang kalau ada, terima kasih banyak ya, Pak, salam buat anak sama istri bapak.

Terima kasih banyak ya, Mbak.” Beliau berkali-kali mengucapkan sambil kepalanya menunduk.

Aku pun melangkah masuk ke dalam pabrik, di ruangan loker aku merenung. Alloh selalu memberi hikmah dalam setiap kejadian, selalu dan selalu.

Salah satunya cerita bapak tadi, meskipun dia harus kehilangan gajinya karena kehilangan pekerjaan, tetapi hikmahnya lebih banyak dari sekedar materi, menjadi orang yang pandai bersyukur.

Dulu beliau tidak menghargai uang karena gajinya besar, sekarang uang seberapa pun baginya sangat berharga untuk anak dan istrinya.

Pun demikian dengan kejadian ketinggalan jemputan, aku harus mengeluarkan uang untuk ojek, tetapi ternyata aku dapat hikmah lebih besar, dapat ilmu yang belum tentu orang lain dapat.

Aku mulai sadar, mengeluh, menyesali hari kemarin itu tidak perlu karena setiap kejadian selalu ada hikmah dibaliknya.

Terima kasih Yaaa Alloh, Engkau menyadarkan aku arti bersyukur melalui pak ojol tadi. Engkau menyadarkan aku bahwa setiap kejadian tak luput dari rencana-Mu.

***
Nah, makjleb banget kan ceritanya.

Aku sendiri merasa tersindir dan membenarkan juga. Bahwasannya kita yang terbiasa bekerja di sebuah perusahaan, biasanya hanya bersyukur saat hari gajian tiba. Selepas itu, kita hanya bisa mengeluh terlebih kalau sudah berada pada fase tanggal tua.

Pernah sih aku merasakan fase libur panjang (4 bulan) saat awal lockdown covid pada tahun 2020 yang lalu. Fase di mana aku harus memenuhi semua kebutuhan harian dari hasil ngegojek, karena perusahaan tak mampu membayar karyawannya saat di rumahkan.

Memang benar bahwa saat menjadi full time ojek online, hal terpenting saat berangkat ngegojek adalah meminta restu dan doa keluarga, terutama istri tercinta. Doanya sama seperti cerita di atas, yakni doa agar mendapat hasil yang berkah dari banyaknya orderan.

Seberapapun yang aku dapat hari itu, rasanya begitu nikmat. Sangat berbeda dengan hasil gajian dari perusahaan setiap bulannya. 

Seperti ada rasa bangga tersendiri saat memberikan beberapa lembar uang yang tak seberapa itu kepada istri, namun di dalamnya ada keringat yang tak mau menyerah dengan keadaan.

Setiap hari selalu terucap rasa syukur yang memang jarang aku ucapkan saat bekerja di perusahaan. Apalagi disaat hasil ngegojek di hari itu lebih banyak. Alhamdulillah banget. Aku jadi rindu ingin ngengojek lagi.

Teruntuk teman-teman ojek online di luar sana. Percayalah bahwa selalu ada hikmah disetiap rencana-Nya. Tetap semangat dan jalani pekerjaanmu dengan rasa bangga.

Note : Cerita di atas saya ambil dari share teman ojol di WAG ojek online
Ainur
Ainur Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Post a Comment for "Curhatan Driver Ojol Ini Bikin Kita Sadar Untuk Jangan Lupa Bersyukur"